PPIA Newcastle |
PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia-Australia or
Indonesian-Australian Student Society) is an Indonesian
student organization of Newcastle University, Australia.
The members are mostly Indonesian Student and community,
but anybody including Australian who wants to make friends
and know Indonesian culture are welcomed to join.
Our club promotes Indonesian socio-cultural heritage, and
promotes friendship through many activities.
Most activities are social functions such as welcoming for
new student and farewell for just graduated student, BBQ,
and Indonesian Independence celebration.
PPIA-NC is actively involved in many activities run by
University such as Cultural Awakening, and United Games.
We also hold many social functions such as gathering for
new student, BBQ, seminars, sport-for-fun and Indonesian
Independence celebration.
Come and join us!
PPIA-NC committee
email: ppianc@gmail.com
|
Daftar Link Penting |
KBRI Canberra
Konjen Sydney
PPIA NSW
|
Contributors |
|
Daftar Blog |
PPIA James Cook Univ.
PPIA Tasmania
Australia's Vineyards
Australia in Pics
LayarTancap Blog
Rino's Blog
Hendragst's Blog
bayuh.com
|
Archives |
|
|
Thursday, August 11, 2005 |
Indonesia Tanah Pusaka |
"Indonesia tanah air beta Pusaka abadi nan jaya Indonesia sejak dulu kala Tetap dipuja puja bangsa Di sana tempat lahir beta Dibuai dibesarkan bunda Tempat berlindung di hari tua Tempat akhir menutup mata"
Sudah lama aku tidak dengar lagu itu, ketika mendadak teman kerja satu ruangan yang dari negara Cina menggumamkan irama lagu itu. Jangan-jangan aku salah dengar, kemudian aku minta dia untuk menyanyikan lebih lengkap, dan bernyanyilah dia. Persis iramanya, tapi tentunya dalam bahasa Cina.
Aku sering menyanyikan lagu itu dulu waktu masih SD dan SMP. Sering dinyanyikan entah di upacara bendera ataupun di dalam kelas. Waktu itu menyanyikan lagu tersebut rasanya biasa-biasa saja. Tapi sekarang terasa agak beda. Liriknya terasa menyentuh. Menyentuh rasa sekaliguskan memilukan hati. Apakah Indonesia saat ini masih tetap di puja-puja bangsa? Kalau melihat kekayaan alamnya sih, siapa yang tidak ngiler. Tapi jika melihat sebagian anak bangsa yang masih berkelahi dengan sesamanya, saudara sendiri, satu daerah, belum lagi persoalan budaya Korupsi, Kolusi, dll dll, wah siapa yang tidak malu. Di bait terakhir dari lagu itu membuat aku teringat kalau saat ini masih terdampar di negeri orang. Walaupun semua hal lebih modern di negeri ini, tapi terasa panggilan tanah air masih lebih kuat. Rasanya tepat sekali ungkapan di kalimat terakhir lagu itu.
Kembali ke masalah gumaman lagu temanku itu, ternyata lagu tersebut di Cina di perdengarkan sebagai lagu romantis yang sempat populer sekitar tahun 2000. Nah lho.. ternyata ada juga yang mengadopsi lagu nasional kita. Tapi berarti memang dahsyat gubahan lagu Ismail Marzuki ini. |
posted by bayu @ 7:23 PM   |
|
3 Comments: |
-
Bagi saya pribadi, seburuk-buruknya reputasi Indonesia di mata dunia atau di mata anak bangsa sendiri, sesumpek-sumpeknya udaranya, sebobrok-bobroknya mental penguasa (and sebagian besar rakyatnya) atau setinggi-tingginya orang mengagungkan Amerika, australia dan dolarnya,senyaman-nyamannya negeri empat musim.... Indonesia tetap menjadi tempat berlindung di masa kini atau hari tua bahkan menutup mata nanti. Sentimentil? biarin. Fani
-
-
|
|
<< Home |
|
|
|
|
|
Bagi saya pribadi, seburuk-buruknya reputasi Indonesia di mata dunia atau di mata anak bangsa sendiri, sesumpek-sumpeknya udaranya, sebobrok-bobroknya mental penguasa (and sebagian besar rakyatnya) atau setinggi-tingginya orang mengagungkan Amerika, australia dan dolarnya,senyaman-nyamannya negeri empat musim....
Indonesia tetap menjadi tempat berlindung di masa kini atau hari tua bahkan menutup mata nanti.
Sentimentil? biarin. Fani