Perhimpunan Pelajar Indonesia Newcastle - Australia
(Indonesian-Australian Student Society Newcastle)
PPIA Newcastle
PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia-Australia or
Indonesian-Australian Student Society) is an Indonesian
student organization of Newcastle University, Australia.
The members are mostly Indonesian Student and community,
but anybody including Australian who wants to make friends
and know Indonesian culture are welcomed to join.
Our club promotes Indonesian socio-cultural heritage, and
promotes friendship through many activities.
Most activities are social functions such as welcoming for
new student and farewell for just graduated student, BBQ,
and Indonesian Independence celebration.
PPIA-NC is actively involved in many activities run by
University such as Cultural Awakening, and United Games.
We also hold many social functions such as gathering for
new student, BBQ, seminars, sport-for-fun and Indonesian
Independence celebration.
PPIA Newcastle dan Indonesian Community sekali lagi berpartisipasi di Australia Day, 2008. Bertempat di Foreshore Newcastle, makanan Indonesia di jual bersaing dengan makanan ethnik lain dari India, Philipina, Macedonia, dll. Selain itu teman-teman dari Indonesian Community ikut berpartisipasi di panggung budaya dengan tari Kipasnya. Sementara itu teman-teman dari PPIA Newcastle beraksi dengan tari Saman. Para penari terdiri dari mahasiswa Newcastle, juga termasuk keluarga. Turut hadir dalam acara ini rombongan dari Sydney yang dipimpin oleh Pak Konjen.
20 Desember 2007, PPIA Newcastle mengadakan acara perpisahan untuk Pak Heri atau dokter Heri dari makasasar yang telah menyelesaikan Master Degree-nya. Pada saat yang bersamaan rombongan dari Konsulat Jenderal (Konjen) Sydney juga datang. Bu Opie (Siti Sofia Sudarma) yang bertanggung jawab masalah Information, Social & Cultural Affairs akan segera kembali bertugas di Indonesia. Pengganti sementaranya, Bu Sylvi (Sylviati Suyadi), juga turut datang mendampingi.
Acara dibuka oleh Pak Didiek, dan segera diikuti dengan makan siang bersama. Sesudahnya dilanjutkan dengan sepatah dua patah kata sambutan dari Bu Rita (wapres PPIA), Bu Opie, Bu Sylvi, Pak Heri, Bu Rona, dan Bu Catherine. Dan setelah pemberian foto kenang-kenangan dari PPIA untuk Pak Heri dan Bu Opie, dilanjutkan dengan foto bersama.
Farewell dan welcome party di Jesmond Neighbourhood Centre. Tampak Kik sedang memegang bola, media permainan kreatif Mbak Reta untuk mengenal sesama anggota PPIA Newcastle. Congratulation!!!!
Farewell ini bukan akhir persahabatan kita. Mari kita songsong secercah harapan keberhasilan kita di hari-hari esok. BUkankah setiap hari menyediakan hadiahnya sendiri?
Ruangan dalam rumah penuh dengan banyak ibu. Mana bapak-bapaknya? Ternyata masih ngobrol di pelataran samping rumah. Mereka menikmati sejuknya angin malam itu disertai dengan minuman khas kaum bapak.
Suasana malam perpisahan bu Putu makin meriah diiringi joget dan karaoke. Pak Bambang pun tak ketinggalan mendendangkan sebuah lagu. Ia tampak semangat berduet dengan Mbak Asfiyah.
Mbak Putu, demikian ia kerap disapa, dikenal sebagian besar PPIA sebagai gigur yang ramah senyumnya, komunikatif pembicaraanya, fleksibel pergaulannya, dan luas wawasannya. Ia salah seorang alumni Newcastle University yang tetap dikenang PPIA Newcastle. Suasana suka ria pada malam perpisahan di rumah Bu Pam dapat kita lihat dalam aneka potret farewell. Silahkan baca seluruh episode Musafir untuk Farewell bu Putu.
Sebelum beranjak ke Bar On the Hill, Newcastle University, para penari berpose bersama di pelataran Unit William Street. Para penari tampak sangat cerah dengan seragam poco-poco.
Penari dan pendukung acara tengah menikmati BBQ setelah usai menari.
Langit Newcastle diselimuti kabut tebal pagi tanggal 19 Juni 2006. Winter pun kian menyengat tulang.Namun Mas Imam (Ketua Bidang Promosi Budaya PPIA Newcastle) dan para penari lainnya tak gentar berdiri di pelataran 'Kampung Melayu'. Kehadiran para penari piring dan poco-poco ini disambut meriah oleh kepala sekolah, guru-guru, dan peserta didik di Waratah Public School. Kali ini PPIA hadir untuk fundraising bagi keluarga korban bencana alam Jokja. Jesmond Public School masih menantikankehadiran penari PPIA tanggal 28 Juni jam 1 pm.
Bibir Kang Udan, seperti biasa tampak makin ceria saja. Seakan tak dapat diukirkan dengan tinta emas betapa kebahagiaan makin menghiasi wajahnya. Bagaimana tidak, bersama Ema Masthuroh kekasihnya, ia menantikan kehadiran sang buah hati di Newcastle, Australia. Si buah hati itu lahir 13 Juni 2006 tepat ketika burung-burung bernyanyi mengiringi sang mentari yang hendak beranjak ke peraduannya setiap senja. Ia akan kerap dikenal dengan nama Altair Reksawastu Ali. Nama yang indah sekaligus menyimpan sejuta makna, diantaranya, sejuta harapan akan kepandaian yang akan menghiasi hidup si buah hati.
71. Di kafe yang hampir tutup Kita singgah melengkapkan kenangan Yang penghabisan memanggil Meski nyaris kuyup dan gigil Oleh hujan penghujung tahun Yang meraung di paruh malam Sejak menjejak senja Cangkir kopi erat mendekap hangat Cengkraman jemari hitam kita Sloki teh keemasan boleh cemas menanti Menawarkan tajam pahitnya Tetapi pramusaji yang manis itu Masih tak kunjung letih Tersenyum ramah seolah menyajikan janji Namun kafe memang lebih lengang waktu itu Dengan cahaya yang telah memberat Dari lampu yang setengah melamun Mungkin juga merabun buta oleh kantuknya Namun kuta yang kelam dan tua Masih senantiasa bertahan dalam setia Berbisik dari balik gerimis yang tempiasnya Memburamkan kaca jendela Membiaskan pendar warna Seakan ingin membersihkan cerita Dari dusta di brosur wisata Ah, sengkarut dunia yang renta Jerit tengkar derita insan yang fana Diselingi teriakan para maniak yang gemar merakit bencana, Dan percaya punya hak rencanakan kiamat lebih mula Sedangkan kita kerap hanya terpana tanpa daya Seperti sartre yang sibuk hilir mudik Di dalam tempurung kepala Antara ada dan tiada Juga beatles yang kali ini entah mengapa Agak memelas sayu bernyanyi Dan sajak-sajakku yang murung sunyi Dua lelaki di sudut ruang temaram itu Sejak tadi bertukar kisah dengan suara rendah mesra Adakah mereka sepasang kekasih yang sedang kasmaran Dan tengah menyusun janji-janji Tetapi kuta masih berbisik juga Pun ketika seorang pria Bergegas pergi menunggangi vespa butut Setelah menyerahkan heroin Di sela lipatan majalah Berapa sumbu nikotin sudah disulut Membatin di pembuluh darah dada Ini malam terakhir sebelum penerbangan kedua Mari kita cari ari di selarut ini Hujan telah berhenti sedari tadi Maka bertiga di tepian kolam yang masih baru birunya Kita pun telentang haru menyaksikan Konstelasi bintang dan samar kabut galaksi Di hujung jauh rentang bimasakti Menelanjangi nanar masa lalu, ranting silsilah, Membiarkan mimpi-mimpi terhuyung kesepian Lalu termangu lesu di bibir tidur memutih letih Dari fajar dini hari tinggal sebentar lagi Ari, rudi, biar sepanjang bentangan 1000 tahun Ini kali yang pertama sekaligus terakhir Kita bisa bersama Begini
Seperti engkau kukenal melambai dan memanggil Menghampir sesampai tapal penanggalan, antara april Dan mei, dengan sengal dingin menggigit gigil
Hingga hijau warna hutan kecil jadi bersalin Kuning, jingga, merah, juga suasa, dan hingar burung terdengar lain Melengking ke arah cuaca, namun terasa lebih murung, mungkin
Meratap oleh ulah musim yang dikirim genapi Upacara purba. Tetapi senyap sepimu menyekap surup hari; Malam tumbuh kian larat lagi sedangkan redup pagi
Bertambah lambat, dari tiga kerat Bulan yang sembab seolah selimut bulu, memberat Disebabkan basah lembab dan gelap kelabu. Namun lihat,
Seperti ikal dedaun digelung surya Tak mengeluh, bagai kelopak kemboja Mengilaukan igal kilat terakhirnya
Saat tanggal berluruhan lalu terserak di tepian jalan Aku pun akan tinggal tegak diam, membiarkan Jemarimu kelak menelanjangi kelamku, kekal, perlahan.
Kadang kebisuan membuat hati merasa tenang. Paling tidak itu berlaku untukku pribadi. Ada beberapa alasan kenapa berdiam diri (baca: membisu) itu penting. Ada 'pepatah mengatakan' : " Dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu". Orang yang kelihatan tidak tenang pasti senang gelisah. Kenapa gelisah ? (mungkin karena tidak mau berdiam diri atau merasa kalau diam alias membisu akan menyesakkan hati, atau ingin kelihatan sibuk sehingga ngetop ???). Mungkin perlu bagi kita yang sedang berjuang dengan thesis atau assignment untuk sementara berdiam diri, membisu, bertapa, tinggal tenang, dan menjauh dari 'keramaian' agar kita bisa mencapai target.
Konsekuensi-nya adalah: (kemungkinan 1): dianggap sombong. (kemungkinan 2): dikirain sedang marah atau sakit hati. (kemungkinan 3): akan dikata-katain, digossippin. (kemungkinan 4): disirikin dan difitnah.
Hei, tapi apapun namanya itu.. akan sangat diperlukan suatu sikap dalam mengahadapi semua kemungkinan itu. For I fear that perhaps I may come and found you not what I wish, and that you may find me not what you wish; that perhaps there may be quarreling, jealousy, anger, selfishness, slander, gossip, conceit, and disorder(nn)
Buat yang belum tahu, ebay.com.au, adalah salah satu alternatif belanja yang bisa dilakukan di internet. Proses belanja nya mirip proses lelang atau auction di dunia nyata. Proses lelang di internet ini sangat menguntungkan dari sisi waktu karena kita bisa melakukannya kapan saja kita mau, dan juga masalah lokasi tidak jadi masalah. Yang penting komputer terhubung melalui internet.
Layanan ini sudah saya kenal sejak 1998, waktu saya masih di Indonesia, dan saat itu juga carding fraud masih belum ada atau tepatnya mungkin relatif banyak yang belum tahu. Carding fraud ini kejahatan lewat pembayaran kartu kredit yang tidak sah alias dilakukan bukan oleh si pemilik kartu kredit.
Karena tidak punya kartu kredit, saya minta tolong temen untuk melakukan bid atau penawaran buat mendapatkan sebuah tas komputer targus, yang saat itu sangat mahal di Indonesia. Hasil dari bid terakhir, saya harus bayar sekitar 800 ribu rupiah sudah termasuk ongkos kirim. Harga sebesar itu termasuk murah karena harga tas aslinya sekitar dua kali harga lelang itu. Ketiadaan kartu kredit, tidak memungkin nge-bid dengan leluasa, masak sih harus nebeng teman terus..
Setelah dua tahun di Australia saya baru berani nge-bid di ebay. Ternyata nge-bid juga ada seninya. Mulai dari survey harga, hingga waktu saat kita akan meletakkan bid kita. Tanpa mengerti harga, buat saya akan sulit untuk menetapkan budget yang harus dianggarkan. Setelah tahu harga, budget disiapkan, ternyata masih belum cukup untuk memenangkan suatu item. Ternyata saya juga harus serius untuk menjaga item itu hingga detik terakhir. Karena siapa tahu tawaran atau bid dari orang lain telah melebihi budget saya, sehingga harus pikir ulang untuk anggarannya.
Bila anggaran ternyata masih melebihi dari bid yang sedang aktif, ada tips lain menganjurkan untuk tidak meletakkan anggaran kita pada saat waktu penawaran masih panjang. Memang proses lelang di ebay sedikit unik, yang tidak ada pada lelang biasa. Proses lelang yang biasa mengharuskan kita hadir di tempat dan ketika proses lelang di mulai, kita akan selalu dapat melihat tawaran terakhir dari lawan kita. Tapi di ebay, tawaran terakhir dari seseorang bidder tidak bisa kita lihat. Jadi misalnya harga yang aktif di Ebay adalah 100 dollar, kemudian misalnya si Fulan memasukkan 500 dollar. Ebay akan menampilkan si Fulan itu sebagai bidder tertinggi dengan jumlah yang ditampilkan 105 dollar. Kenaikan 5 dollar sudah di tentukan oleh pemilik barang. Selama bidder lain tidak memasukkan lebih dari 500 dollar, maka si Fulan tadi akan tetap sebagai bidder tertinggi, tapi tentunya nilai aktif yang di bid akan naik sesuai dengan tawaran tertinggi terakhir yang dimasukkan orang lain. Misalnya dimasukkan 330 dollar maka Ebay akan otomatis menentukan harga 335 dollar dengan Fulan tetap sebagai bidder tertinggi.
Jadi tips lain, adalah jika sudah punya rancangan anggarannya, jangan terlalu cepat memasukkannya ke Ebay. Karena bisa saja harga anggaran kita keburu di outbid oleh bidder lain, tentunya jika waktunya masih banyak. Jadi biasanya saya masukkan kurang dari satu menit sebelum waktu bidding berakhir. Inipun beresiko karena mungkin saja yang kita masukkan akan terlambat di terima Ebay. Jadi mengetahui kecepatan koneksi internet kita pun juga menjadi faktor penting.
Saya pernah nge-bid di komputer yang diperkirakan koneksi pemasukan bid nya memakan waktu sekitar 3 menit. Dengan perhitungan itu, saya masukkan bid 3 menit sebelumnya, dan tepat sekitar 10 detik sebelum bid berakhir, bid saya masuk, dan orang lain tidak punya waktu banyak untuk menaikkan bid hingga waktu bid berakhir.
Ada trick lain lagi untuk memasukkan jumlah yang dianggarkan. Tapi trick ini tidak significant walau bisa menguntungkan juga. Misalnya kita sudah menganggarkan 200 dollar, maka bid yang dimasukkan bisa 200.35 dollar, atau mungkin 200.10 dollar. Kenapa perlu dilebihkan 35 cent atau berapapun itu asal lebih dari 200 dollar? Karena ada kemungkinan bidder lain akan memasukkan angka 200 dollar, dalam hal ini Ebay masih akan menganggap kita sebagai bidder tertinggi, karena selisih beberapa sen itu. Jadi ketika orang itu masih memikirkan angka berapa yang membuat bid nya menjadi tertinggi, waktu bidding di harapkan sudah terlanjur selesai.
Tips terakhir inipun sebenarnya sudah banyak diketahui oleh orang yang senang nge-bid, jadi jika saya harus memilih antara memasukkan 200.35 dollar dengan 200.10 dollar, maka akan saya masukkan 200.35 dollar dengan anggapan jika bidder lain memasukkan 200.15 dollar saya masih tetap yang menang..
Demikian beberapa tips buat nge-bid... Kalau ada tips lain, mohon di share juga, lewat comment atau email ke saya ya...
"I read you comment on Special Edition of Herald Newspaper about your choice of coming to Newcastle University several weeks ago and I saw your picture today in Herald", ungkap seorang staf NUSA kepada Musafir. Ternyata benar juga. Dalam edisi Senin (10/10/2005) tapak segar senyuman Bu Putu, Bu Vanny, Joan, dan Musafir. Senyuman pesona yang seakan menyuarakan pada warga Australia bahwa kami hadir di Town Hal untuk sebuah Multifaith Concert mewakili muslim religious community di Newcastle. PPIA masih ada bu Nasmilah seperti kehadirannya di hari-hari kemarin.
PPIA dalam acara Multifaith Concert di City Hall Necastle pada tanggal 6 October 2005 menampilkan tari Saman dari Propinsi Aceh yang terdiri dari 7 orang penari (Joanne, Putu, Inez, Vanny, Bambang, Agus, Ramli). Sekalipun tidak begitu sempurna namun, riuh tepukan penonton diakhir tari saman menggema di ruangan yang begitu elegan dan eksklusif. Hadirin terpesona dengan gerakan dan alunan suara para penari yang bernuansakan Indonesia khususnya Daerah Istimewa Aceh. Konser perdana ini di gelar oleh Newcastle City Council mewakili 15 ragam agama, budaya dan tradisi yang ada di Newcastle. (Ram,2005)
PPIA Newcastle menyambut gembira kedatangan warga baru yang muncul di gosford dari keluarga Calvin & Cicilia Sondak. Berikut foto sang warga yang baru berumur kurang dari 2 jam (buat fotografer, ini model paling muda yang pernah di ambil).
Menuruti kebiasaan di Australia, bayi yang baru lahir diberikan 'name tag' lucu dengan gambar teddy bear seperti di bawah ini. Di situ tertera tanggal lahir 3 Oktober 2005, jam 17:14 (waktu Gosford tentunya), dengan berat 3.58 kg, dan tinggi 50 cm.
Dan berikut foto bapaknya dan teman-teman baru si bayi yang kebetulan bisa hadir. Niat awal kunjungan teman-teman PPIANC ini ingin menengok ibu si bayi yang akan melahirkan, tapi berujung jadi ikut menyambut kedatangan warga baru ini di Rumah Sakit Gosford. Sayang pada kesempatan yang sempit itu ibu dari sang bayi yang belum bernama ini, tidak bisa ikut di foto karena masih dalam perawatan akibat operasi sebelumnya.
Berbagi pengalaman dengan seorang praktisi pertanian organik yang sudah makan garam tak lebih dari sebuah permata berharga Musafir selama belajar di Newcastle University. Bagaimana tidak, keterlibatan dalam kelompok ini benar-benar sebuah pengalaman nyata bagaimana mengelolah alam sekitar untuk sebuah apotek hidup yang alami dan sehat.
Pengelolaan pupuk organik untuk peningkatan produktivitas padi dan sayur-sayuran sudah gencar juga di Pagal, Manggarai, Flores Barat. Melalui bimbingan P.Mike, OFM, para petani setempat makin gencar menggunakan pupuk organik untuk kesuburan padi. Alhasil, panenan pun meningkat drastis dua kali lipat dibandingkan dengan hasil panen dengan menggunakan pupuk TSP dan urea.
Kalau rekan-rekan tinggal di flat tanpa persediaan sebidang tanah sekalipun, rekan-rekan masih bisa menikmati suburnya sayur organik yang Anda pelihara sendiri. Hanya butuh waktu 4 minggu kok. Mari, silahkan kontak Marion Allah (Marion.Allan@newcastle.edu.au) kalau pingin ke kebun organik setiap Jumat (9.30-11.30 am).
Belajarlah dari kami apa arti sebuah kepolosan yang diselimuti kesahajaan suka cita dan kebahagiaan dalam sanubari kami.
Belajarlah dari kami apa arti hadiah yang disediakan Yang Maha Esa setiap hari melalui orang tua dan guru kami Belajarlah dari kami apa arti ketergantungan kami pada orang dewasa yang pandai dan bijak
Belajarlah dari kami akan kesetiaan kami menerima setiap tawaran dunia yang baik
Ada issue bahwa mahasiwa internasional di Newcastle kadang kesulitan mendapatkan kerja part time. Banyak mahasiswa yang bekerja dengan majikan Asia seperti China dan Korea, yang rata-rata dibayar di bawah upah minimun.
Hospitality Recruitment Agency menjawab masalah ini. Agen yang menamakan diri Equilibrium ini hanya merekrut mahasiswa internasional. Kalau Anda berminat, segera hubungi:
Damian atau Sarah 49074747 atau langsung ke 0427354585
Perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-60 dilengkapi dengan perlombaan ketangkasan anak-anak dan orang tua. Salah satu perlombaan yang mengocok perut penonton yang hadir di Heaton Park (Rabu, 17/8/2005) yakni lomba kaum ibu menjunjung mangkok di kepala.
Apa hubungan lomba ini dengan hari kemerdekaan? Kalau kita tengok ke era perjuangan, betapa banyak ibu yang dengan keringat menganak sungai masih mampu memikul kuk di kepala masing-masing. Para ibu yang terlibat dalam lomba ini seakan mengukir perjuangan kaum ibu periode itu. Tanpa mengurangi hormat terhadap pengorbanan kaum bapak merebut kemerdekaan, bangsa Indonesia peringati hari ibu setiap 22 Desember. Selamat ibu-ibu yang menang!
Menjelang lengsernya Presiden Soeharto, Musafir pernah menggoreskan cerpen untuk koran lokal yang secara intrinsik memperkirakan kejatuhan Orde Baru. Cerpen sebagai salah satu karya sastra memang tidak dapat diteropong penguasa terutama ketika pembreidelan media massa sangat marak ketika itu.
Melalui tokoh Rukmini, seorang wanita panutan yang menerima wasiat ayahnya, Musafir secara implisit mengetengahkan nilai-nilai Pancasila: Menghargai Pencipta karena terbukti ayah Rukmini tetap akan kembali ke pangkuan-Nya, bersikap adil terhadap sesama termasuk membagikan hak kepada setiap rakyat yang berhak mendapatkannya, menomorsatukan persatuan nasional kalau negara ini tidak mau menjadi negara federasi, menegakkan nilai-nilai demokrasi yang tersurat dalam perubahan desentralisasi.
Konflik Musafir ialah apakah dengan tidak menolak ikon burung garuda disertakan dalam undangan peringatan hari ulang tahun ke-60 RI, semua mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Newcastle pada tahun 2005 menjunjung nilai-nilai Pancasila?
Musafir teringat salah satu cerpennya yang dimuat media lokal berjudul Kiss Primadona. Judul ini mengisahkan goresan Primadona, seorang mahasiswi Indonesia yang tengah belajar di Jerman. Ia goreskan lembaran diary birunya dengan akronim Kiss (Keadilan Indonesia Sentuhan Sanubari Primadona). Bagi Prim, setiap orang yang komit akan keadilan mesti mampu berkata ya, kendati semua orang berkata tidak. Ia juga harus berani berkata tidak walau insan sejagat berseru ya. Konsep keadilan dalam sanubari Prim relatif sederhana yakni memberikan sesuatu kepada yang layak mendapatkannya.
Sesuai setting cerpen yang ditulis menjelang pemilihan Presiden di ambang kehancuran ekonomi Indonesia tahun 1997, bagi Prim, adilah kalau Presiden diberikan kepada Gus Dur, misalnya, seorang tokoh nasional, moderat, dan demokratis. Nilai-nilai ini masih lekang sepanjang jaman dari era kemerdekaan sampai selamanya. Persoalannya, masih adakah insan yang berani pertahankan semua kekayaan kebangsaan ini? Apakah banyak juga yang mencemaskan praktek keadilan di Indonesia seperti konflik bathin Prim?
Si nenek ini lumayan cantik. Sampai usia lanjutnya, ia selalu bersolek. Bahkan sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesuah tidur, sebelum dan sesudah mandi, ia selalu berdiri di depan cermin besar yang terletak di samping pembaringannya sembari tersenyum dan bersolek.
"You are very beautiful, Susan!", ungkapku sebelum memberikan makan siangnya. "Thank you!", ungkapnya dengan girang.
Ada seorang nenek dikunjungi salah satu anggota keluarganya. Si tamu ini mesti duduk semeja dengannya. Konsekwensinya, seorang nenek lain perlu dipindahkan ke meja lain.
Apa yang terjadi? Nenek yang dipindahkan ke meja lain ini tidak mau makan dan marah terus karena kursinya diduduki si tamu.
"Would you mind sitting here for a while?" kata seorang waiter. Nenek itu menjawab sembari menangis, "Why do you give her my chair? That's mine".
Nenek. Nenek. Hanya kursi kok nggak mau diberikan sama orang untuk beberapa saat saja.
Seorang Kakek lain sangat gemar jalan-jalan ketika melewati usia mudanya.
Ketika menikmati usia senjanya di sebuah rumah jompo, ia pun tak sanggup menghilangkan hobinya ini. Setiap hari, ia membuat para perawat kesal karena tingkahnya ini apalagi ia suka mengganggu para nenek lainnya. Musafir pun harus menekan alarm karena tiba-tiba saja ia berdiri di hadapan para nenek di dining room, membuka celana, dan pipis.
Kaum Hawa menjadi "musuh" Mike (nama samaran). Ketika ia menjadi pemimpin sebuah asrama putera, ia melarang warga asrama untuk bertemu dengan seorang gadis apalagi kalau gadis itu cantik dan dibelai anak asrama. Ia sungguh melawan rasa manusiawi anak-anak asrama dengan melarang mereka bertemu.
Apa yang terjadi ketika Mike hidup di rumah lansia? Setiap malam ia ingin menatap wanita telanjang. Pada awalnya, para perawat khawatir untuk memenuhi harapan si kakek. Namun, mereka tidak kehilangan akal. Ketika si kakek Mike meminta perawat untuk menunjukkan gadis bugil, para perawat dengan antusias menjawab, "Yes, Mike. But you need to have dinner first in order that you will be stronger and stronger". Permintaan itu dipatuhi si kakek sehingga ia makan hingga kenyang sampai akhirnya ngantuk dan langsung tidur.
Setiap insan bisa saja menghindari tipuan para penipu yang tertipu tipuan. Namun, satu masa yang mustahil dihindari yakni masa anak-anak, remaja, dan bahkan masa usia lanjut. Usia kanak-kanak sebenarnya merupakan duta kebahagiaan yang dipolesi kepolosan dan sahaja kejujuran.
Usia remaja kadang penuh dengan romantika dan imajinasi masa depan cemerlang yang dihiasi kerja keras. Masa ini juga dihiasi ketololan jatuh cinta monyet yang mengabaikan waktu dan tugas pokoknya sebagai pelajar. Merasakan emosi jatuh cinta pertama dan putus cinta bisa dikatakan sebagai irama masa remaja.
Pada usia tua dan lansia? Cinta mungkin dapat diisi dengan madu kehidupan pelayanan kepada sesama, bukan sekedar untuk menuntut Tuhan agar jiwanya masuk surga melainkan hikmat segala karya kehidupan yang telah dipercayakan Sang Ilahi kepada pundaknya yang dulu legam kini tampak mulai peot. Simaklah serba-serbi dari pelayanan Musafir di salah satu rumah jompo di Australia.
"Indonesia tanah air beta Pusaka abadi nan jaya Indonesia sejak dulu kala Tetap dipuja puja bangsa
Di sana tempat lahir beta Dibuai dibesarkan bunda Tempat berlindung di hari tua Tempat akhir menutup mata"
Sudah lama aku tidak dengar lagu itu, ketika mendadak teman kerja satu ruangan yang dari negara Cina menggumamkan irama lagu itu. Jangan-jangan aku salah dengar, kemudian aku minta dia untuk menyanyikan lebih lengkap, dan bernyanyilah dia. Persis iramanya, tapi tentunya dalam bahasa Cina.
Aku sering menyanyikan lagu itu dulu waktu masih SD dan SMP. Sering dinyanyikan entah di upacara bendera ataupun di dalam kelas. Waktu itu menyanyikan lagu tersebut rasanya biasa-biasa saja. Tapi sekarang terasa agak beda. Liriknya terasa menyentuh. Menyentuh rasa sekaliguskan memilukan hati. Apakah Indonesia saat ini masih tetap di puja-puja bangsa? Kalau melihat kekayaan alamnya sih, siapa yang tidak ngiler. Tapi jika melihat sebagian anak bangsa yang masih berkelahi dengan sesamanya, saudara sendiri, satu daerah, belum lagi persoalan budaya Korupsi, Kolusi, dll dll, wah siapa yang tidak malu. Di bait terakhir dari lagu itu membuat aku teringat kalau saat ini masih terdampar di negeri orang. Walaupun semua hal lebih modern di negeri ini, tapi terasa panggilan tanah air masih lebih kuat. Rasanya tepat sekali ungkapan di kalimat terakhir lagu itu.
Kembali ke masalah gumaman lagu temanku itu, ternyata lagu tersebut di Cina di perdengarkan sebagai lagu romantis yang sempat populer sekitar tahun 2000. Nah lho.. ternyata ada juga yang mengadopsi lagu nasional kita. Tapi berarti memang dahsyat gubahan lagu Ismail Marzuki ini.
....melambai-lambai nyiur di pantai, berbisik-bisik Raja Klana. Memuja Pulau nan indah permai, tanah airku I N D O N E S I A.
Potongan syair itu mengingatkanku saat menjadi murid SD di sebuah desa di kecamatan di belahan barat Indonesia. Waktu mengatakan berbisik-bisik, guru kesenianku mengatakan supaya aku menyanyikannya dengan berbisik dan itu menjadi nilai plus untukku walau aku benci melakukannya. Itu terjadi 20-an tahun yang lalu.
Berbisik-bisik. Kali ini kata itu muncul lagi di keseharianku. Akumelihatnyaberbisik-bisik mengatakan yang tidak benar tentang engkau. Aku mendengarnya berbisik merencanakan sesuatu.
Kenapa harus berbisik-bisik ? Katakanlah dengan jujur, sebab dengan berbisik-bisik engkau sedang mengelabui dirimu, menutupi kebodohanmu.
Dalam bisikan ada tipuan, ada kebohongan. Dalam berjalan, bergerak, bercerita apalagi berkata-kata engkau sangat berbeda m a k aberbisik tidak cocok untukmu karena engkau bukanlah Raja Klana, hahahaha..
Kepekaan jender (gender sensitive) adalah jargon baru yang tidak semua orang berupaya untuk mengerti dan sikap peka jender memiliki sejarahnya sendiri. Tergantung pada perkembangan negara dan budaya masing-masing orang.
Pada waktu memasuki usia sekolah dasar, anak-anak mulai mengerti peran sosial yang diberikan oleh jenis kelaminnya. Anak perempuan yang sejak kecil dilatih bermain boneka akan bermain ala perempuan besar yaitu main masak-masakan, ibu guru-ibu guruan dan anak laki-laki akan juga bermain bola dan kegiatan olah raga yang menguras tenaga dan suara.
Di Australia, kepekaan jender anak sangat tinggi, begitu memasuki kelas 1 sekolah dasar, sekilas aku amati anak perempuan akan berkelompok dengan anak perempuan lainnya dan anak laki-laki akan bermain dilapangan atau bergerombol dengan sesama jenisnya. Peraturan yang menyangkut kepekaan jender dipatuhi sehingga tidak ada anak laki-laki yang berani memasuki toilet anak perempuan atau sebaliknya. Kepekaan jender yang sangat tinggi ini sedang aku dipertanyakan.
Ingatanku menerawang pada tahun 70, masa memasuki sekolah dasar dan saat itu anak laki-laki dan perempuan sering bermain bersama. Permainan anak perempuan selalu tersedia seperti bola bekel, bermain congklak atau melompat dengan jalinan karet, tetapi bukan berarti anak laki-laki tidak boleh ikut permainan itu. Kadang permainan silang anak laki-laki dan anak perempuan biasa terjadi, 1 anak perempuan melawan 1 anak laki-laki atau 2 melawan 1 atau 2 lawan 2 atau segerombolan anak bermain petak umpet tanpa pembeda yang satu mengenakan rok dan yang lain bercelana. Tidak ada yang aneh pada zaman itu.
Bukan pula suatu keanehan pada hari krida, biasanya hari sabtu, setiap anak disekolah dasar di Indonesia ikut membersihkan arena sekolah. Bagian yang paling sulit dibersihkan adalah kamar kecil alias toilet, anak laki-laki akan menolak membersihkannya sementara merekalah yang secara praktis menyebabkan bau akibat kurangnya siraman air dalam situasi toilet yang seharusnya digunakan dengan berjongkok. Kembali aku ingat, pada masa itu dan situasi semacam ini perlu dipertanyakan kembali dimanakah sumber ketidakpekaan jender anak bangsa yang pernah mengagung-agungkan Pancasila ini.
Seorang pengusaha yang menghabiskan akhir pekannya
oleh: RindangiAku
Seorang pengusaha yang menghabiskan akhir pekannya dengan memancing pakai perahu di sebuah danau, menemukan sebuah botol yang terapung dan tertutup rapi yang segera dihampiri dan diambil oleh sang pengusaha.
Penasaran..., si pengusaha membuka tutup botol, lalu tiba-tiba dari dalam botol keluar asap yang selanjutnya menebal dan mejadi Jin raksasa yang mengambang di depan si pengusaha.
"Terimakasih tuan, tuan telah membebaskan saya, untuk ini tuan silahkan meminta tiga permintaan, saya akan mengabulkannya" kata Jin, seperti format biasa tanda terimakasih Jin yang dibebaskan oleh manusia.
Setelah kagetnya reda, si pengusaha itu terdiam sejenak lalu dia berkata, "Baiklah Jin saya ingin tahun ini tiga kejadian besar terjadi di negeri saya Indonesia ini, pertama saya ingin nilai tukar rupiah di negeri saya ini kembali menjadi Rp. 2500 per 1 dollar US nya, kedua saya mau semua uang hasil korupsi baik oleh swasta ataupun pejabat pemerintah dikembalikan kepada rakyat dan semua pelakunya dipenjarakan, ketiga saya ingin hukum benar-benar bisa ditegakkan di negeri saya ini."
Sang Jin berpikir sejenak kemudian, menggeleng-gelengkan kepala, pelan-pelan jasadnya kembali menjadi asap lalu berkumpul masuk kedalam botol itu kembali. Dari dalam botol si Jin berseru, "Tuan, tolong botolnya ditutup kembali!!."
Kini, setiap insan yang ingin rasakan dinginnya salju di Negara Kangguru tak terlalu berlebihan kalau bersorak ria. Lebih dari itu, teman-teman yang belajar di NSW dan Victoria tak perlu pusing-pusing cari travel hanya untuk melihat salju di Snowy Mountain, negara bagian ACT.
Seperti disinyalir banyak media Australia hari ini (Kamis, 11/8/2005), Blue Mountain dan Victoria sudah dibanjiri salju. Inilah salju perdana dalam kurun waktu 50 tahun belakangan ini. Ini berarti Blue Mountain tengah menjadi tujuan ski ribuan warga Australia selama bulan Agustus. Kalau Anda beranjak pulang ke Pangkuan Pertiwi sebelum Agustus, Snowy Mountain masih setia menanti kehadiran Anda karena bulan Juli merupakan puncak salju di sana. Pada awal Agustus ini, tour group dari Sydney hanya menikmati cairnya salju di beberapa tempat tertentu di Snowy Mountain.
Musafir ingin ingatkan Anda bahwa kalau Anda/sopir Anda baru pertama kali ke Blue Mountain, tolong kurangi kecepatan mobil/bus. Ini hanya untuk menghindari korban berikutnya karena luncuran salju perdana ini sampai mengantar dua pemuda Victoria ke alam baka.Mobil yang mereka tumpangi malam tadi tergelincir karena gumpalan es di jalan raya.
Belajar memang berat, tetapi secara fisik tidak cukup berat untuk membakar kalori yang menumpuk. Yang namanya mahasiswa, kalau lagi stress, makan merupakan salah satu pelarian. Akibatnya walau kerja keras dengan thesis, toh berat badan melesat dengan bombastis. Untuk menyeimbangkan kerja ‘mental’ dengan fisik, banyak mahasiswa mengambil pekerjaan mengantar pamflet. Mungkin lebih dari 50% mahasiswa Indonesia yang belajar di Newcastle Uni nyambi pekerjaan ini untuk alasan tersebut selain untuk nambah uang saku tentunya. Salah satu diantaranya adalah saya.
Sore itu, seperti biasa saya menuju area tempat ‘jalan-jalan saya’. Setelah memarkir mobil, saya mengeluarkan tas ransel saya yang berisi berbagai macam katalog. Di sore hari seperti itu biasanya ada beberapa anak-anak yang bermain sepeda di depan rumah mereka, dan mereka selalu menyapa dengan riang. Beberapa anak perempuan bahkan membantu saya memasukkan katalog di kotak surat tetangganya. Orang dewasa pemilik rumah yang melihat saya memasukkan katalog di mailboxnya selalu berteriak ramah ‘Thankyou’ Ada seorang bapak yang selalu menunggu saya untuk memberi satu kaleng minuman ringan. Ada seorang ibu tua yang sengaja menghentikan saya hanya untuk mengatakan” I like your hair’. Ada juga seorang nenek yang selalu menunggu saya untuk menceritakan perkembangan kesehatan suaminya yang sedang sakit.
Bukan hanya itu. Ada hal lain lagi yang membuat saya selalu menunggu jadwal saya mengantar katalog. Yang paling saya nikmati adalah bermain kucing-kucingan dengan seekor anjing. Kok bisa?
Ada sebuah kotak surat yang selalu ditunggui oleh seekor anjing yang besar dan berbulu tebal. Tidak seperti anjing-anjing lain yang biasanya ramah (seperti pemiliknya) anjing ini agak gila hormat. Begitu mengetahui kedatangan saya, dia akan melompat-lompat sambil menggonggong dengan ributnya. Begitu besarnya dia, sekali lompat saja sebenarnya dia bisa keluar pagar. Tapi itu tidak pernah dilakukannya. Dia hanya berusaha mengancam saya agar tidak memasukkan katalog di mailbox yang dijaganya. Dia hanya ingin menunjukkan bahwa dia punya power. Awalnya saya ketakutan dan saya melampaui rumah itu. Tapi kemudian saya mencoba menaklukkannya dengan menyapanya, memujinya dan bicara ramah padanya. Ternyata dia takluk dan membiarkan saya menjalankan pekerjaan saya. Tetapi kemudian saya tertantang untuk mencoba memasukkan katalog tanpa harus menyanjungnya. Kebetulan sore itu dia sedang tidak kelihatan. Cepat-cepat saya masukkan katalog. Belum masuk sepenuhnya tiba-tiba dia datang dengan marahnya. Dia melompat dan mengambil katalog itu dengan mulutnya dan membanting-bantingkan ke tanah berulang-ulang. Dia benar-benar murka. Saya berlalu dengan perasaan puas karena bisa mengalahkannya.
Hari-hari berikutnya, saya selalu tertantang untuk bisa memasukkan katalog di mailbox itu tanpa sepengetahuan si anjing besar. Kalau saya melihat dari kejauhan dia ada didekat mailboxnya, saya akan beralih ke area lain dulu. Saya berusaha untuk mencari kesempatan untuk bisa mengalahkannya. Saya sangat menikmati permainan kucing-kucingan dengan seekor anjing.
Di negara maju seperti Australia, memang terlalu sedikit kesempatan bermain kucing-kucingan. Malah bisa dikatakan tidak ada. Semua peraturan jelas, dan setiap don’t (larangan) pasti ada do (kondisi boleh)nya. Misalnya “ Don’t be a tosser” (dilarang buang sampah sembarangan), dan dimana-mana ada tong sampah dua macam (satu untuk sampah biasa dan satu lagi untuk sampah yang bisa di daur ulang). Ada juga larangan merokok di suatu tempat umum, tapi ada ruangan khusus tidak jauh dari sana dimana perokok bisa menikmati rokoknya. Ini adalah contoh peraturan yang bijaksana.
Dinegara kita tercinta ada banyak larangan, tapi tidak ada tempat ‘bolehnya’. Ada banyak tulisan “Dilarang membuang sampah sembarangan” , tetapi tidak ada tong sampahnya. Terpaksa kita bermain kucing-kucingan. Yang penting tidak dilihat aparat, buang sampah sembarangan tidak masalah. Juga tanda “Dilarang berjualan disini” padahal tempat itu strategis bagi para PKL. Maka para PKL tersebut belajar menjadi pemain kucing-kucingan yang ulung dengan TIBUM. Ada terlalu banyak contoh yang sebenarnya mendidik bangsa kita untuk pintar main kucing-kucingan. Dan saya cukup puas dengan kebiasaan main kucing-kucingan hanya dengan seekor anjing.
Belum pernah saya baca hasil penelitian yang menyingkapkan berapa jam seorang mahasiswa Indonesia yang mengenyam ilmu di Australia meluangkan waktunya untuk kerja part time. Namun, ada suatu kepastian bahwa mahasiswa Indonesia di Newcastle, seperti mahasiswa lainnya di kota-kota lain di Australia, memiliki part time job. Jelas kenyataan ini menepis issue bahwa jika Anda ke Newcastle University, kemungkinan kecil Anda dapat kerja.
Memilih Universitas merupakan salah satu keputusan urgen yang biasa Anda ambil sebelum mendarat di Australia. Dalam menentukan pilihan ini, Anda tentu pertimbangkan beberapa hal, misalnya, biaya hidup termasuk biaya akomodasi. Jika Anda ingin mendapatkan unit/flat/rumah berkisar antara AU$110-150/week untuk 2-4 kamar, pilihlah Newcastle. Tentu Anda juga bisa memilih Sydney kalau sanggup membayar 250-an untuk sebuah rumah kos berkamar 2. Kalau Anda berstatus single, Anda pasti lebih mudah mendapatkan kos dengan harga $65-70/week atau $75/week termasuk listrik dan air. Semua akomodasi itu Anda bisa tempuh sekitar 5-20 menit ke kampus dengan menggunakan kaki Anda.
Mahasiswa Indonesia yang belajar di Newcastle sudah dikenal kalangan mahasiswa internasional lainnya sebagai kelompok mahasiswa yang kompak dan kreatif. Mendengar ungkapan dari banyak staf dan beberapa mahasiswa senior Vietnam, Thailand, Malaysia, dan PNG itu, saya langsung tambahkan bahwa Indonesia memang negara kesatuan. Orang Indonesia hidup dalam unity in diversity of culture, languages, religions, and even anthropoligal phisics. Tak hanya mendengar komentar internal, komentar eksternal dari beberapa mahasiswa Indonesia di Sydney pun bernada sama. Mahasiswa Indo di Newcastle, kata seorang WNA asal Malang yang menetap di Sydney, suka ngumpul. Langsung juga saya ujarkan bahwa di Newcastle ada kelompok arisan dan sering adakan welcome and farewell bbq.
Panggil aku Dirga, sebab aku lahir 40 tahun yang lalu saat Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang ke 25. Aku banggga menjadi diriku, calon Doktor Education lulusan Luar Negeri. Bapakku mengatakan kalau tadinya aku terlahir sebagai perempuan maka aku akan dipanggil Ayu sebab nama asliku adalah Dirgahayu. Adakah yang lucu dalam namaku?
Sebut saja Dirga, pasti semua student dan community Indonesia di Newcastle kenal aku, sebab aku sudah lumayan lama berada di newcastle sebagai student dan kata orang aku sangat ringan tangan untuk membantu setiap orang yang memerlukan pertolongan kecuali bantuan uang. Adakah yang sepertiku ?
Dirga, aku selalu menepuk dada kalau rencanaku berhasil. Aku merasa paling cocok jadi pemimpin walau sebenarnya bahasa Indonesiaku berlepotan dan bahasa Inggrisku juga pas-pasan. Berbohong kecil-kecilan sudah jadi kebiasaanku, tujuanku hanya supaya orang lain iri melihat kesuksesanku walau sebenarnya aku sangat menderita. Apakah yang harus kulakukan ?
Bukan Dirga namanya kalau tidak selalu membanggakan anak-anaknya. Bertengkar dengan anak kandungku sudah jadi kebiasaanku, demi kebaikan mereka kataku pada istriku, yang penting mereka menjadi anak yang serba bisa melebihi semua anak-anak Indonesia. Tapi kenapa anak-anakku tidak senang padaku?
Tidak berapa lama lagi HUT Kemerdekaan Indonesia,kali ini yang ke 65, apakah yang akan kulakukan. Banyak orang tidak perduli, sibuk dengan kuliah dan keluarga, tapi Dirga harus maju memikirkan ide, membuat perayaan semeriah mungkin, dan menyampaikannya pada ketua PPIA, untuk Indonesiaku, untuk ulang tahun DIRGA....H...AYU Indonesia
Bu Milah, bagi seorang kecil ini, ialah sosok seorang nasionalis moderat. Bagaimana tidak, senyumannya ditaburkan kepada semua orang tanpa pandang siapa dari mana. Ia tidak hanya sekedar senyum dengan bibirnya yang selalu dipolesi dengan warna-warna delima, tapi sungguh sebuah senyum tulus dari sanubarinya. Ketulusannya tampak jelas dalam setiap sepak terjangnya di PPIA Newcastle.
Tak heran jika farewell-nya dirayakan secara khusus. King Edward Park, Newcastle seakan menjadi saksi abadi siang itu ketika rekan-rekan mahasiswa dan komunitas PPIA rayakan farewell baginya. Tampak bersamanya mesra, diantaranya Bu Vanny, ketua PPIA 2005, Bu Putu, mantan sekretaris Bu Milah, Bu Eny, salah satu penerus estafet tari Newcastle dan berbagai jajaran PPIA lainnya turut bersukaria bersama si empuh PPIA Newcastle ini. Kiranya, seperti King Edward, putera sulung Ratu Victoria, yang gigih perjuangkan evolusi pertumbuhan Inggris ini turut menjadi inspirasi buat PPIA.
"...abis kalo kelamaan di newcastle apalagi aku yang tinggal di jesmond bisa jadi kayak si kabayan ke kota."
:) tapi memang di bandingkan dengan Sydney maka Newcastle benar-benar kota kecil. Tapi tahukah anda kalau kota Newcastle sebenarnya adalah termasuk kota besar jika dilihat dari populasi penduduk Australia. Kota ini menempati urutan ke delapan setelah Sydney, Melbourne, Brisbane, Perth, Adelaide, GoldCoast dan Canberra yang memang adalah 'capital cities' nya, kecuali GoldCoast.
Saya sebut saja kota 'besar' karena memang masih ada lebih 100 kota lain yang populasinya jauh di bawah Newcastle. Banyak 'kota' hanya seukuran suburb 'Jesmond + Wallsend' sehingga dalam waktu singkat bisa jalan kaki dari suatu pinggir kota ke pinggir lain dalam arah berbeda.
Gosford dan Wollongong menyusul di bawah Newcastle. Bahkan kota yang lebih 'terkenal' dari Newcastle seperti Hobart dan Darwin berada di bawah Newcastle.
Populasi di Newcastle sekitar 270 ribu, sedangkan Sydney kira-kira 3.2 juta. Banyak kota kecil lainnya yang 'hanya' memiliki penduduk 10 ribu - 30 ribu orang. Ilustrasi di bawah menunjukkan kalau masih banyak kota-kota kecil lain. Perhatikan juga bnadingan ukuran lingkaran antara Sydney dengan Newcastle.
Total penduduk Australia saat ini diprediksi sudah melebih 20 juta (sumber http://www.abs.gov.au/). Dengan statistik kelahiran setiap 2 menit 4 detik, dan kematian setiap 3 menit, 53 detik.
Kembali ke persoalan Kabayan, jadi Newcastle itu desa apa kota ? hehehe..
Pulau Komodo tempat berkanjangnya buaya-buaya darat berukuran panjang lebih dari 4 meter tampak seperti pulau Bondabah dan Tomaree di Australia. Kapan rekan-rekan PPIA Newcastle pergi ke Flores? Di sana ada pulau Komodo dan Kanawah untuk snorkeling, ada danau Kelimutu dan Wawomuda untuk melihat 3-5 macam danau berwarna biru, hitam, merah, kuning, dan hijau, dan ada banyak hot spring di daerah asal Pa Moritz. Ada juga berbagai festival seperti permainan caci yang diselenggarakan waktu wedding selama dua hari, Hari 17 Agustus, dan pentabhisan seorang Imam Katolik. Permainan ini dilakukan kelompok pemain caci dari keluarga pengantin perempuan dan keluarga pengantin laki-laki. Secara bergiliran, seorang pemain (laki-laki) mencambuki lawannya dengan menggunakan larik (kulit kerbau yang dikeringkan berukuran sekitar 1 meter) dan si lawan menangkisnya dengan menggunakan nggiling (kulit kambing yang dikeringkan dan dipakai sebagai tameng). Permainan ini berbahaya karena bisa menyebabkan pemainnya meninggal dunia terutama ketika larik menyentuh daerah wajah/kepala. Tapi, para pemainnya jago-jago sehingga permainan ini benar-benar menjadi sarana penyatu.
Anda pernah melapor diri atau mengajukan permohonan untuk pindah alamat (dari alamat di Indonesia ke alamat di Australia) di Indonesian General Consulate? Hal ini sangat penting bukan saja untuk kepetingan Pemerintah kita melainkan juga untuk kepentingan kita masing-masing. Cara dan manfaatnya?
Setelah Anda enam bulan di Australia, Anda bisa mengajukan permohonan untuk mencantumkan di passport alamat tetap Anda selama di OZ. Anda perlu siapkan bank statement atau kartu identitas lainnya yang memuat alamat Anda yang jelas di OZ karena akan diminta. Ini berarti, bagi teman-teman yang melakukan penelitian di Indonesia, khususnya yang memegang paspor hijau, bisa menunjukkan alamat itu ketika diminta membayar Viskal di Bandara Ngurah Rai/Halim. Menurut pengalaman Pa Hengky di Bali, suami ketua PPIA Newcastle, dengan tunjukkan alamat itu dia luput dari beban biaya viskal. Aku ikut jejak pak Hengky deh dan kemarin aku udah urus permohonanku di KBRI Sydney.
Cook dicatat dalam sejarah Australia, salah satunya sebagai pelaut. Dalam pelayarannya, Cook pernah beristirahat di Fame Cove, sebuah muara pantai yang tampak tenang seperti danau dikelilingi hutan. Dewasa ini, tempat peristirahatan Cook ini dipakai sebagai tujuan akhir pekan penduduk Australia. Darryl, seorang penulis buku How to find gold, tuturkan bahwa tempat ini juga sudah menjadi tempat wedding ceremony sebagian penduduk Australia.
Sabtu 24 Juli 2005 sangat cerah seakan alam pun mendukung farewell lanjutan untuk Mas Margana, seorang putera Jokja. Sanubari Musafir agak bimbang sebelum tinggalkan kamar tidurnya ketika putera Jokja ini minta berlayar bersama Mbak Eny, Darryil, Udan, dan Ema karena pada sore hari ada general repetisi koor. Tapi setelah pasti bisa pulang cepat, beranjaklah Musafir bersama rombongan. Dalam perjalanan pulang menuju bibir pantai, dua tantangan menghandang. Pertama, bebatuan menghentikan biduk. Darryl, the skipper (kapten), tidak membuat kami cemas karena kami justru diminta memiringkan biduk dengan cara menariknya ke kiri atau ke kanan sekuat mungkin. Kedua, lumpur dengan ganas memendamkan dasar biduk. Kali ini baik crew yang berperan sebagai coxswain (pengemudi atas permintaan skipper) selama berlayar maupun the skipper tak berdaya lagi. Satu-satunya cara ialah sabar menunggu sampai ombak berarak menuju pantai.
Kadang hidup ini bagai biduk di laut lepas. Biduk bisa mengantar kita menuju kebahagiaan tapi bisa juga membawa tantangan. Segala tantangan hidup bisa diatasi ketika si pengendali biduk mampu mengatasi segala tantangan itu dengan tenang. Marilah siap berlabuh dalam hidup ini sembari harapkan hembusan bayu senja membawa biduk kita ke tepian cerah.
Seperti kota-kota lain di Australia, Newcastle dilingkari pantai dan teluk yang indah. Pantai sudah menjadi tujuan utama untuk berekreasi. Ada yang bermandikan sinar mentari, berlari, berenang, bersendagurau, berpacaran, berjalan-jalan, bercengkeramah, ber-bbq, dan bahkan banyak yang mancing. Lihatlah saudara-saudara kita yang tengah mancing di salah satu satu pantai dekat Foreshore ini. Tampak juga sanak keluarga yang setia menunggu kendati dinginnya winter bisa menyengat sum-sum tulang belakang.
Kebijakan lain yang diperjuangkan NLC untuk diterapkan setiap Universitas Australia ialah Introductory Academic Program (IAP) setiap awal semester. Kegiatan ini dipandang sangat urgen karena mahasiswa dibimbing untuk mengetahui tuntutan dunia akademis lebih mendalam lagi. Tampaknya Pemerintah Australia melalui AusAID Liason Officer (ALO) sudah selangkah di depan Universitas. Buktinya, ALO sudah membantu mahasiswa AusAID untuk menyelenggarakan IAP selama enam minggu. Kegiatan ini tidak semata-mata difokuskan pada pengenalan kampus, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik khususnya bahasa Inggris. Menariknya lagi di Newcastle, ALO selenggarakan tour kota, tour ke Nelson Bay, dan bahkan Sydney excursion.
National Liason Committee for International Students (NLC) temukan fakta bahwa ada mahasiswa international yang punya profesi plus: mahasiswa dan pelacur. Temuan ini mengantar seluruh peserta konferensi tahunan NLC untuk mengajukan mosi agar segera dilakukan penelitian untuk menemukan alasan-alasan mengapa keturunan Hawa ini terperangkap dalam dunia terlarang itu. Inilah beberapa delegasi dari South Australia dan NSW yang tengah menikmati breakfast di Bar on the Hill, Newcastle University. Mereka nggak termasuk lho!
Kebijakan lain dalam konferensi yakni menentang Voluntary Students Unionism (VSU). Kalau kebijakan Pemerintah Federal Australia ini diterapkan setiap Universitas Autralia, budget organisasi mahasisa akan defisit karena VSU hanya mendanai kegiatan-kegiatan akademis. Dampak yang sudah ditanggung PPIA Newcastle yakni potongan dana 25%. PPIA Newcastle masih beruntung karena tidak bernasib sama seperti klub lain yang sudah dieliminasi.
(Pak Rizal adalah mantan Student Newcastle yang sudah meraih PhD nya tahun 2002, saat ini beliau dikenal sebagai ahli penyakit menular (epidemiologi dari FKM UI). Namanya cukup banyak muncul di koran spt berita ini. Selain itu beliau dulu dikenal sebagai jago nari, ahli masak, hobby fotografi, dan juga konsultan kesehatan para mahasiswa di Newcastle. Sehingga tips ini tidak diragukan lagi manfaatnya).
I. Pokok.
Perjalanan dalam rombongan besar akan sangat menyenangkan, tapi bisa juga menjadi tidak menyenangkan karena faktor kesiapan mental, kesiapan fisik dan ketidak tahuan. Kita harus tahu apa yang akan kita hadapi dalam perjalanan, siap menghadapi segala sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan, dan kembali ke Newcastle dalam keadaan menyenangkan. Yang terpenting dari semuanya adalah kesiapan mental, menjaga mental rombongan agar tetap dalam suasana senang.
1.1. Persiapan Yang Baik
Motto pramuka selalu baik: Siapkan diri anda dan keluarga anda, baik secara mental maupun fisik sebelum berkemas sesuai dengan tujuan perjalanan. Bikin checklist: pergi 3 hari : Bagaimana mengatur makan dalam 3 hari ini; makan pagi, makan siang dan makan malam. Makanan apa yang bisa dibawa, makanan apa yang bisa beli di jalan. Makanan apa yang bisa disiapkan bersama. Inilah saatnya membawa coklat, makanan kecil, buah, untuk makanan selang dalam perjalanan.
Pakaian yang cocok di daerah dingin; baju dalam termal, jumper., jaket tebal, sal, topi koplo, dan sarung tangan. Jangan lupa kaos kaki tebal cadangan, karena kalau anda tidak memakai sepatu khusus, air salju akan merembes lewat sepatu anda dan membasahi kaos kaki. Inilah saat yang tepat menggunakan kacamata hitam, menghindari sinar UV yang tajam. Menyewa pakaian khusus di Snowy Mountain tentu baik tergantung dana.
1.1.1. Kesehatan
Perjalanan tiga hari memberi perubahan terhadap aktivitas, pola tidur, pola makan yang semuanya mempengaruhi aktivitas anda. Yakinkan anda dan keluarga dalam keadaan sehat. Dan kalau sakit, tentu harus membawa obat. Berangkat pagi hari, berarti harus bangun pagi, mandi, sarapan pagi. Ada baiknya, semua barang sudah siap malam hari, mana yang mau dimasukkan ke bagasi, mana di atas mobil, mana yang akan dipakai pagi hari. Jangan tidur larut malam, karena daya tahan tubuh akan rendah esok harinya. Obat-obatan yang perlu dibawa : obat mual/diare; obat alergi ; obat pusing/nyeri; obat tetes telinga; band-aid. Tentu bagi anda yang astma; obat semprot harus dibawa.
1.1.2. Kesiapan Rombongan
Ketua rombongan perlu mengetahui kemampuan dan kondisi anggota rombongannya. Beberapa kali pertemuan perlu diadakan untuk mematangkan rencana dan mengantisipasi tantangan yang ada serta membagi tanggung jawab. Siapa yang berfungsi sebagai petugas medik (PMR), yang masak, pemandu perjalanan, pengatur acara kebersamaan, pengatur kesiapan tempat tinggal, ahli peralatan dan listrik rumah tangga serta pengawas kelengkapan anggota di kendaraan. Semua panitia harus bisa berkomunikasi, dengan hand phone. Tentu pastikan hand-phone sudah di recharge. Peralatan yang dibutuhkan bersama tentu harus disiapkan seperti; piring dan gelas disposible dan keperluan makan lainnya, gitar, tape/cd, kartu remi/gaple, Ada baiknya panitia mengeluarkan memorandum berisi ketentuan-ketentuan pergi bersama yang harus dipatuhi semua peserta; soal ketepatan waktu, pengaturan tempat tinggal, penggunaan kamar mandi bersama dan tentu tentang pengaturan pembiayaan.
1.1.3. Penelitian tempat Tujuan
Tahu lebih detail tentang motel dan tempat-tempat yang akan dikunjungi, tentu lebih baik sehingga kita bisa mengantisipasi keadaan. Pengaturan tidur dan kemungkinan perubahan-perubahan tentu harus diantisipasi sebelum berangkat. Faktor bujangan, dan keluarga tentu harus dimasukkan kedalam perhitungan pengaturan. Juga kalau ada bayi. Toleransi yang tinggi sangat dibutuhkan dalam melakukan perjalanan dalam rombongan, terutama dalam memakai fasilitas bersama, seperti tempat tidur dan kamar mandi. Pemberian informasi detail kepada peserta tentu akan sangat baik.
1.1.4. Perencanaan
Bagi perjalanan dalam tiga kategori; fase menuju; fase objektif dan fase pemulihan. Bikin jadwal rinci tujuan tiap phase dan estimasi waktu yang dibutuhkan, waktu berangkat-waktu tiba dan berapa lama di suatu tempat. Pertimbangkan tentang tingkat kecapekan peserta, jangan terlalu ambisius dengan jumlah tempat yang dikunjungi. Pantau kemajuan dan siap dengan perubahan jika terjadi sesuatu, seperti mobil mogok atau ban pecah, tentu perlu penyesuaian. tiap fase. Siap menghadapi segala sesuatu yang salah. Apa yang akan dilakukan jika mobil mogok, apa yang dilakukan jika sesorang sakit, kalau grup hendak dibagi, bagaimana membaginya.
1.2. Peralatan
1.2.1. Pakaian : perlu yang pas tapi tidak ketat. Cukup untuk menahan dingin tapi cukup ventilasi tubuh. Pakaian berlapis yang terbaik untuk cuaca dingin. Sekali lagi kaos kaki cadangan dan sendal untuk antisipasi sepatu anda yang akan basah, topi koplo dan sarung tangan.
1.2.2. Alat komunikasi: hand phone akan sangat bermanfaat untuk komunikasi antar kelompok-kelompok kecil. Pastikan panitia punya nomor telepon peserta.
1.2.3. Kendaraan; no problem , sudah tersedia.
1.2.4. Alat permainan; bola, piring terbang, kartu remi/gaple,gitar, walkman,discman, dll.
1.2.5. Alat bantu; pisau serba guna, senter, korek api mungkin perlu.
1.2.6. Perlengkapan anak; tentu ibunya tahu, yang terpenting tentu makanannya, dan pampers.
1.2.7. Kebutuhan pribadi; sikat gigi, odol, sampo,sabun, handuk kecil, dan jumlah celana dalam yang cukup untuk tiga hari (susahkan nyucinya). Jika terdesak, pakai double side OK.
1.2.8. Kamera: Pastikan membawa baterai cadangan. Pastikan film mutar dengan benar. Gunakan film berkecepatan tinggi, ASA 200-400. Kalau memakai kamera kompak dengan flash, jarak jangan lebih dari 5 meter, karena kekuatan flash maksimal 5 meter.
II. MAKANAN
2.1. Kebutuhan makanan sesuai dengan aktivitas. Perjalanan 3 hari dengan berbagai perubahan keadaan dan perubahan pola makan dan tidur tentu harus diperhatikan. Jumlah kalori yang dibutuhkan tentu lebih dari biasanya. Perbanyak makan karbohidrat sederhana seperti coklat, ice cream. Perbanyak makan lauk (protein). Juga buah, terutama jeruk, perlu diperbanyak.
III. TEMPAT TINGGAL
3.1. Pengaturan tempat tidur: perlu toleransi tinggi untuk tinggal bersama. Mudah-mudahan cukup bantal dan selimut untuk semua orang.
3.2. Kamar mandi : tentu kita tidak bisa menggunakan kamar mandi lama-lama karena dipakai bersama. Tidak baik menjemur ‘ bendera’ di kamar mandi.
3.3. Kamar makan bersama: perlu ditentukan, terutama untuk makan pagi, dan makan malam. Makanan yang akan dihidangkan bersama perlu di cek tidak basi (karena disimpan dalam waktu lama), kalau basikan bisa celaka, bisa-bisa semua yang makan diare.
3.4. Ruang aktivitas bersama : baik kalau ada acara bersama waktu malam, kalau tidak bisa, ya diruang masing-masing. Merayakan yang berulang tahun pasti menyenangkan. Para artis amatir dan anak –anak semua bisa mengambil bagian dalam acara bersama.
IV. DALAM PERJALANAN
4.1. Keputusan untuk berangkat: Diatur panitia. Ada baiknya semua mentaati waktu, karena kalau satu terlambat, semua harus menunggu. Dosakan membikin orang menggerutu karena keterlambatan anda.
4.2. Perencanaan rute ; diatur panitia. Kalau anda punya usul atau keinginan lain tentu harus disampaikan kepada panitia. Prinsipnya rute untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan seseorang.
4.3. Pembagian kerja: Pergi bersama harus saling bantu. Panitia hanya menjaga agar sesuatu berjalan lancar dan terkoordinasi. Prinsipnya, semua harus saling bantu. Terutama yang bujangan, ngak ada salahnya menjadi bapak asuh/ibu asuh anak teman yang lain.
4.4. Di dalam bus : sebaiknya duduk ditempat yang tetap, kecuali sepakat bergantian untuk menjaga agar tidak bosan. Kantong plastik untuk sampah dan untuk muntah perlu disiapkan. Bagi yang gampang muntah, duduk di bagian depan bisa membantu. Kalau ada antimo, minum 1 jam sebelum perjalanan. Nyanyi bersama, main tebak tebakan, berbagi cerita tentu menyenangkan.
4.5. Berjalan di tempat wisata : Ada baiknya berjalan dalam rombongan kecil, 2 atau 3 rombongan dengan kepala rombongan yang selalu memantau anggotanya. Hal ini perlu untuk menghindari hilang atau keterlambatan. Kalau mau ke toilet atau mau pisah, agar lapor kepada kepala rombongan. Anak tentu harus dalam pantauan orang tuanya masing-masing.
4.6. Streching: Duduk yang lama di bus bisa membuat pinggang sakit, kaki kesemutan, leher pegal, bahu sakit, karena gerak yang terbatas dan aliran darah yang tidak lancar. Oleh karena itu, jika ada kesempatan berhenti, ambil kesempatan untuk keluar bus. Lakukan gerakan streching dan lari-lari kecil. Hal ini akan merelaksasi otot dan melancarkan peredaran darah. Ambil juga kesempatan untuk buang air kecil, karena bus tidak selalu bisa berhenti setiap saat.
V. PULANG
Pastikan barang yang dibawa tidak tertinggal. Ada baiknya punya catatan semua barang yang dibawa dalam sebuah checklist. Jadi pengecekan bisa dilakukan dengan mudah. Pastikan cukup makan dalam perjalanan pulang, karena waktu perjalanan cukup panjang. Makanan kecil saat pulang, sama pentingnya dengan waktu berangkat.
Sekian, selamat menikmati perjalanan yang menyenangkan.
Aku enggan melangkahkan kaki sebelum mentari itu berarak menuju peraduannya. Pancarannya masih menerobos sela-sela dedaunan Taman Kota Newcastle. Aku sendirian di tepi pantai kota itu sembari perlahan menyusuri taman. Seketika aku dengar bisikan sepasang insan di balik cemara. Suara seorang pria jelas kudengar, “Duduklah di pangkuanku sayang dan dengarkan irama jantungku sambil kau tebarkan senyummu karena rahmat kebahagiaan keberhasilan kita.”
Aku enggan melangkah lagi sembari kudengar nyanyian keceriaan burung-burung dara yang bertengger di sekitar pohon cemara. Kudengar lagi si pemuda itu berujar, “Kita akan bersama menikmati indahnya mentari pagi dan melepaskan bersama mentari senja sebelum kita berarak menuju kamar tidur, tempat kita merencanakan segala kesuksesan yang menanti uluran tangan kita. Bukankah keberhasilan dunia ini turut ditentukan kualitas bed talking?
Aku tak hendak terpaku di taman itu setelah rona-rona merah mentari itu mulai redam ditelan ujung lautan. Kusegera tinggalkan kedua sejoli itu untuk bergegas pulang.
As a means of mobility in the era characterized by the advanced and rapid development of Technology, transportation is still so crucial that everyone can not stand for living without any kinds of transportation. The following is just an experience of Musafir regarding the bus schedule in Newcastle.
It was almost late in the evening. Wanting to arrived home quickly, Musafir waited for 226, one of the best choices for travelling between Newcastle city and Newcastle University. Musafir was sure that the bus will be arrive soon because based on the weekdays schedule, it would arrive at 11.00. Spending about more than thirty minutes in the cold whether while looking at a couple who were still kissing smoothly was a hard job. Accordingly, Musafir checked the bus schedule again and found that the bus has gone at 11. a.m. Prior to the waiting time, I was asked to give money to the couple for their bus. "What a nightmare it was!", I felt.
The raining was also chucking down. Fortunately, Mas Bayu did not mind to be asked a hand. Musafir called him meaning that he had to leave his life blanket for a minute just to pick Musafir up at the Paul Warehouse. I realized that God has provided us a daily gift and the help was my great presence.
Foto waktu acara wisuda'an International Student Juni kemarin. Acara yang kali ini tidak dimeriahkan oleh para penari Indonesia, dihadiri oleh dua wisudawan dari Indonesia, Yuli & Margono.
Sang Musafir menerawang pada langit Newcastle malam itu. Indah nian. Pesona itu dibaluti kesahajaan sukacita pengurus PPIA dan mentors: Sebut saja Kak Mery, Kak Milah, Mas Bayu, Sdr.Fredrik. Malam itu seakan langit Newcastle dihiasi permata senyum dan keramahan yang adu hai indahnya. Kesan pertama begitu mesra, selanjutnya urus sendiri: Otonom.
Semua saudara yang tiba di Newcastle musim summer pasti merasakan hangatnya sambutan para nyamuk seakan mendasari image bahwa ketika pertama kali Anda masuk Newcastle University, Anda merasa seakan berada dalam sebuah kebun raya. Terbersit dalam pikiran Musafir bahwa jelas sekali perbedaan nyamuk-nyamuk di Negara-negara berkembang dengan nyamuk-nyamuk di Newcastle. Di Negara berkembang, nyamuk suka isap darah akar rumput sehingga perut-perutnya gendut. Nyamuk di Newcastle doyan darah orang-orang manis dan pandai.
Sebelum meniduri kamar pembaringannya, Musafir masih sempat menggoreskan pesan buat kekasih yang pernah dicintainya. Ia tuturkan, “Engkau begitu indah manisku karena yang menciptakan kita adalah Yang Maha Indah. Engkau begitu baik karena yang menciptakan kita adalah Yang Maha Baik. Engkau membuat aku cinta dan rindu malam ini karena yang menciptakan kita juga adalah Dia Yang Empuhnya Cinta. Aku tak ingin melupakan setiap detik waktu pertemuan hubungan kita karena aku tahu bahwa semua itu adalah aliran hidupku yang aku percaya sebagai anugerah Rahmat Ilahi yang tak dapat dibayar apapun”.
Tuhan memang mahaadil. Ia sudah menyediakan segala sesuatu indah pada waktunya. Ada waktu untuk bertemu dan ada waktu untuk berpisah; ada waktu untuk belajar dan ada waktu untuk mengajar; ada waktu untuk studi dan ada waktu untuk bekerja; bahkan ada waktu untuk pacaran dan ada waktu untuk kawin. PPIA Newcastle dengan hangat menerima tiga tunas muda - Sulung, Dewi, Andrew - yang akan menuai ilmu di Newcastle University dalam bidang marketing, manajemen dan bisnis. Dalam waktu yang sama, PPIA juga kehilangan dua bulok (bujang lokal) yang kerap dipanggil Mas Margana dan Mas Hatz serta seorang dara bernama Juli. Selamat berkarya saudaraku!
Acara perpisahan kali ini juga diwarnai dialog hangat antara komunitas Indonesia yang tinggal di Newcastle dengan pihak Konsulat RI. Intisari dialog bermuara pada informasi rancangan undang-undang keimigrasian baru. Kalau UU ini berlaku, satu paspor hanya berlaku untuk satu orang pemegang. Artinya, setiap dependent yang akan keluar negeri memiliki masing-masing satu paspor. Berkaitan dengan bidang sosial dan budaya, Konsulat sangat mengharapkan kerja sama dalam berbagai kegiatan seni dan budaya.
Tahun lalu, ada permintaan dari seseorang dari Indonesia untuk bergabung di mailing list PPIA Newcastle. Seperti biasa moderator akan menanyakan asal usul, niatan dan alasan untuk bergabung. Korespondensi awalnya berjalan lancar. Ia ternyata alumni dari Universitas Newcastle, yang sudah lulus sejak 1996, tapi entah kenapa nomor student yang diberikan tidak sesuai dengan standard penomoran student di sini. Akhirnya dari email ketiga baru terungkap bahwa alumnus ini bukan dari Newcastle Australia, tapi dari Inggris.
Memang setelah dilihat-lihat ternyata ada 10 kota Newcastle di dunia. Yang pertama di Australia, yang kedua di Inggris, yang ketiga di Canada. Sisanya ada di Amerika Serikat. Lucu juga, bahwa di satu negara bisa terdapat lebih dari satu kota dengan nama yang sama, walau untungnya terletak di negara bagian yang berbeda-beda. Tujuh sisanya ada di negara bagian California, Maine, Nebraska, Oklahoma, Texas, Utah dan Wyoming.
Dan syukurlah hanya ada 2 universitas Newcastle di dunia ini. Pertama University of Newcastle, Australia dan yang kedua University of Newcastle Upon Tyne, United Kingdom.
Bayangkan jika ada 10 Universitas Newcastle di seluruh dunia...
2005.02.04, originally uploaded by bayuhendra. Acara Australian Day yang di ikuti oleh para penari Saman. Tarian ini juga dipersembahkan sebagai ucapan terimakasih atas bantuan rakyat Australia atas bencana Tsunami yang menimpa Aceh.