<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d11593199\x26blogName\x3dPPIA+Newcastle\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://ppia-nc.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://ppia-nc.blogspot.com/\x26vt\x3d4554927589994288706', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

PPIA Newcastle

Perhimpunan Pelajar Indonesia Newcastle - Australia (Indonesian-Australian Student Society Newcastle)

PPIA Newcastle
PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia-Australia or Indonesian-Australian Student Society) is an Indonesian student organization of Newcastle University, Australia. The members are mostly Indonesian Student and community, but anybody including Australian who wants to make friends and know Indonesian culture are welcomed to join.

Our club promotes Indonesian socio-cultural heritage, and promotes friendship through many activities. Most activities are social functions such as welcoming for new student and farewell for just graduated student, BBQ, and Indonesian Independence celebration.

PPIA-NC is actively involved in many activities run by University such as Cultural Awakening, and United Games. We also hold many social functions such as gathering for new student, BBQ, seminars, sport-for-fun and Indonesian Independence celebration.

Come and join us!

PPIA-NC committee
email: ppianc@gmail.com
Daftar Link Penting
  • KBRI Canberra
  • Konjen Sydney
  • PPIA NSW
  • Contributors

    Daftar Blog
  • PPIA James Cook Univ.
  • PPIA Tasmania
  • Australia's Vineyards
  • Australia in Pics
  • LayarTancap Blog
  • Rino's Blog
  • Hendragst's Blog
  • bayuh.com
  • Archives
  • September 2003
  • October 2003
  • December 2003
  • May 2004
  • July 2004
  • August 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • January 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • February 2006
  • March 2006
  • June 2006
  • February 2008
  • Thursday, February 07, 2008
    Australia Day 2008
    PPIA Newcastle dan Indonesian Community sekali lagi berpartisipasi di Australia Day, 2008. Bertempat di Foreshore Newcastle, makanan Indonesia di jual bersaing dengan makanan ethnik lain dari India, Philipina, Macedonia, dll. Selain itu teman-teman dari Indonesian Community ikut berpartisipasi di panggung budaya dengan tari Kipasnya. Sementara itu teman-teman dari PPIA Newcastle beraksi dengan tari Saman. Para penari terdiri dari mahasiswa Newcastle, juga termasuk keluarga. Turut hadir dalam acara ini rombongan dari Sydney yang dipimpin oleh Pak Konjen.


    Video Serba Serbi Australia Day(3 menit)

    Video Tari Kipas (6 menit)


    Video Tari Saman (10 menit)










    posted by bayu @ 11:50 PM   1 comments
    Perpisahan Heri (Makassar) dan Bu Opie (konjen)
    20 Desember 2007, PPIA Newcastle mengadakan acara perpisahan untuk Pak Heri atau dokter Heri dari makasasar yang telah menyelesaikan Master Degree-nya. Pada saat yang bersamaan rombongan dari Konsulat Jenderal (Konjen) Sydney juga datang. Bu Opie (Siti Sofia Sudarma) yang bertanggung jawab masalah Information, Social & Cultural Affairs akan segera kembali bertugas di Indonesia. Pengganti sementaranya, Bu Sylvi (Sylviati Suyadi), juga turut datang mendampingi.

    Acara dibuka oleh Pak Didiek, dan segera diikuti dengan makan siang bersama. Sesudahnya dilanjutkan dengan sepatah dua patah kata sambutan dari Bu Rita (wapres PPIA), Bu Opie, Bu Sylvi, Pak Heri, Bu Rona, dan Bu Catherine. Dan setelah pemberian foto kenang-kenangan dari PPIA untuk Pak Heri dan Bu Opie, dilanjutkan dengan foto bersama.

    Klik tombol 'Play' untuk memutar Video





    Video 2



    Labels:

    posted by bayu @ 4:49 PM   0 comments
    Friday, June 30, 2006
    Edisi Farewell-9 graduates






    Farewell dan welcome party di Jesmond Neighbourhood Centre. Tampak Kik sedang memegang bola, media permainan kreatif Mbak Reta untuk mengenal sesama anggota PPIA Newcastle. Congratulation!!!!



    posted by Musafir @ 4:34 AM   2 comments
    Teman sejawat

    Farewell ini bukan akhir persahabatan kita. Mari kita songsong secercah harapan keberhasilan kita di hari-hari esok. BUkankah setiap hari menyediakan hadiahnya sendiri?
    posted by Musafir @ 4:11 AM   0 comments
    Episode farewell-Warna Komuniti

    Tanpa kehadiran komuniti, farewell dan welcoming PPIA kurang semarak. Inilah wajah-wajah penopang PPIA Newcastle.
    posted by Musafir @ 3:59 AM   0 comments
    Episode Farewell-Kami ada

    Ruangan dalam rumah penuh dengan banyak ibu. Mana bapak-bapaknya? Ternyata masih ngobrol di pelataran samping rumah. Mereka menikmati sejuknya angin malam itu disertai dengan minuman khas kaum bapak.
    posted by Musafir @ 3:55 AM   0 comments
    Episode Farewell-Poco2
    Pak Ramli tampak semangat bergoyang. Lihatlah juga warna warni gaya goyang teman-teman yang lain. Pokoknya rame!!
    posted by Musafir @ 3:43 AM   2 comments
    Episode Farewell-Lesehan nih
    Tampak beberapa pengurus PPIA tengah asyik menikmati santapan jasmani seakan diiringi suara khas Mbak Eny Jones.
    posted by Musafir @ 3:39 AM   2 comments
    Episode Farewell-Ketika Pak Bambang Bernyanyi

    Suasana malam perpisahan bu Putu makin meriah diiringi joget dan karaoke. Pak Bambang pun tak ketinggalan mendendangkan sebuah lagu. Ia tampak semangat berduet dengan Mbak Asfiyah.
    posted by Musafir @ 3:31 AM   0 comments
    Episode Farewell - Sosok yang ramah


    Mbak Putu, demikian ia kerap disapa, dikenal sebagian besar PPIA sebagai gigur yang ramah senyumnya, komunikatif pembicaraanya, fleksibel pergaulannya, dan luas wawasannya. Ia salah seorang alumni Newcastle University yang tetap dikenang PPIA Newcastle. Suasana suka ria pada malam perpisahan di rumah Bu Pam dapat kita lihat dalam aneka potret farewell. Silahkan baca seluruh episode Musafir untuk Farewell bu Putu.
    posted by Musafir @ 3:01 AM   2 comments
    Saturday, June 24, 2006
    Pentas di Bar On the Hill
    Sebelum beranjak ke Bar On the Hill, Newcastle University, para penari berpose bersama di pelataran Unit William Street. Para penari tampak sangat cerah dengan seragam poco-poco.














    Penari dan pendukung acara tengah menikmati BBQ setelah usai menari.
    posted by Musafir @ 5:33 AM   3 comments
    Tuesday, June 20, 2006
    Waratah Public School Peduli Jokja

    Langit Newcastle diselimuti kabut tebal pagi tanggal 19 Juni 2006. Winter pun kian menyengat tulang.Namun Mas Imam (Ketua Bidang Promosi Budaya PPIA Newcastle) dan para penari lainnya tak gentar berdiri di pelataran 'Kampung Melayu'. Kehadiran para penari piring dan poco-poco ini disambut meriah oleh kepala sekolah, guru-guru, dan peserta didik di Waratah Public School. Kali ini PPIA hadir untuk fundraising bagi keluarga korban bencana alam Jokja. Jesmond Public School masih menantikan kehadiran penari PPIA tanggal 28 Juni jam 1 pm.

    posted by Musafir @ 4:20 AM   4 comments
    Ketika si buah hati ...
    Bibir Kang Udan, seperti biasa tampak makin ceria saja. Seakan tak dapat diukirkan dengan tinta emas betapa kebahagiaan makin menghiasi wajahnya. Bagaimana tidak, bersama Ema Masthuroh kekasihnya, ia menantikan kehadiran sang buah hati di Newcastle, Australia. Si buah hati itu lahir 13 Juni 2006 tepat ketika burung-burung bernyanyi mengiringi sang mentari yang hendak beranjak ke peraduannya setiap senja.

    Ia akan kerap dikenal dengan nama Altair Reksawastu Ali. Nama yang indah sekaligus menyimpan sejuta makna, diantaranya, sejuta harapan akan kepandaian yang akan menghiasi hidup si buah hati.
    posted by Musafir @ 3:23 AM   1 comments
    Saturday, June 03, 2006
    Black Canyon cafe, Centro, Bali


    http://www.delawareaudubon.org/images/coffee.jpg

    71.
    Di kafe yang hampir tutup
    Kita singgah melengkapkan kenangan
    Yang penghabisan memanggil
    Meski nyaris kuyup dan gigil
    Oleh hujan penghujung tahun
    Yang meraung di paruh malam
    Sejak menjejak senja
    Cangkir kopi erat mendekap hangat
    Cengkraman jemari hitam kita
    Sloki teh keemasan boleh cemas menanti
    Menawarkan tajam pahitnya
    Tetapi pramusaji yang manis itu
    Masih tak kunjung letih
    Tersenyum ramah seolah menyajikan janji
    Namun kafe memang lebih lengang waktu itu
    Dengan cahaya yang telah memberat
    Dari lampu yang setengah melamun
    Mungkin juga merabun buta oleh kantuknya
    Namun kuta yang kelam dan tua
    Masih senantiasa bertahan dalam setia
    Berbisik dari balik gerimis yang tempiasnya
    Memburamkan kaca jendela
    Membiaskan pendar warna
    Seakan ingin membersihkan cerita
    Dari dusta di brosur wisata
    Ah, sengkarut dunia yang renta
    Jerit tengkar derita insan yang fana
    Diselingi teriakan para maniak
    yang gemar merakit bencana,
    Dan percaya punya hak
    rencanakan kiamat lebih mula
    Sedangkan kita kerap hanya terpana tanpa daya
    Seperti sartre yang sibuk hilir mudik
    Di dalam tempurung kepala
    Antara ada dan tiada
    Juga beatles yang kali ini entah mengapa
    Agak memelas sayu bernyanyi
    Dan sajak-sajakku yang murung sunyi
    Dua lelaki di sudut ruang temaram itu
    Sejak tadi bertukar kisah dengan suara rendah mesra
    Adakah mereka sepasang kekasih yang sedang kasmaran
    Dan tengah menyusun janji-janji
    Tetapi kuta masih berbisik juga
    Pun ketika seorang pria
    Bergegas pergi menunggangi vespa butut
    Setelah menyerahkan heroin
    Di sela lipatan majalah
    Berapa sumbu nikotin sudah disulut
    Membatin di pembuluh darah dada
    Ini malam terakhir sebelum penerbangan kedua
    Mari kita cari ari di selarut ini
    Hujan telah berhenti sedari tadi
    Maka bertiga di tepian kolam yang masih baru birunya
    Kita pun telentang haru menyaksikan
    Konstelasi bintang dan samar kabut galaksi
    Di hujung jauh rentang bimasakti
    Menelanjangi nanar masa lalu, ranting silsilah,
    Membiarkan mimpi-mimpi terhuyung kesepian
    Lalu termangu lesu di bibir tidur memutih letih
    Dari fajar dini hari tinggal sebentar lagi
    Ari, rudi, biar sepanjang bentangan 1000 tahun
    Ini kali yang pertama sekaligus terakhir
    Kita bisa bersama
    Begini
    posted by hendragunawan @ 2:47 AM   1 comments








    89
    :Rekuim Musim Gugur

    Seperti engkau kukenal melambai dan memanggil
    Menghampir sesampai tapal penanggalan, antara april
    Dan mei, dengan sengal dingin menggigit gigil

    Hingga hijau warna hutan kecil jadi bersalin
    Kuning, jingga, merah, juga suasa, dan hingar burung terdengar lain
    Melengking ke arah cuaca, namun terasa lebih murung, mungkin

    Meratap oleh ulah musim yang dikirim genapi
    Upacara purba. Tetapi senyap sepimu menyekap surup hari;
    Malam tumbuh kian larat lagi sedangkan redup pagi

    Bertambah lambat, dari tiga kerat
    Bulan yang sembab seolah selimut bulu, memberat
    Disebabkan basah lembab dan gelap kelabu. Namun lihat,

    Seperti ikal dedaun digelung surya
    Tak mengeluh, bagai kelopak kemboja
    Mengilaukan igal kilat terakhirnya

    Saat tanggal berluruhan lalu terserak di tepian jalan
    Aku pun akan tinggal tegak diam, membiarkan
    Jemarimu kelak menelanjangi kelamku, kekal, perlahan.
    posted by hendragunawan @ 12:08 AM   2 comments
    Tuesday, March 28, 2006
    DIAM dalam KESIBUKAN
    Kadang kebisuan membuat hati merasa tenang. Paling tidak itu berlaku untukku pribadi. Ada beberapa alasan kenapa berdiam diri (baca: membisu) itu penting. Ada 'pepatah mengatakan' : " Dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu". Orang yang kelihatan tidak tenang pasti senang gelisah. Kenapa gelisah ? (mungkin karena tidak mau berdiam diri atau merasa kalau diam alias membisu akan menyesakkan hati, atau ingin kelihatan sibuk sehingga ngetop ???).
    Mungkin perlu bagi kita yang sedang berjuang dengan thesis atau assignment untuk sementara berdiam diri, membisu, bertapa, tinggal tenang, dan menjauh dari 'keramaian' agar kita bisa mencapai target.

    Konsekuensi-nya adalah: (kemungkinan 1): dianggap sombong. (kemungkinan 2): dikirain sedang marah atau sakit hati. (kemungkinan 3): akan dikata-katain, digossippin. (kemungkinan 4): disirikin dan difitnah.

    Hei, tapi apapun namanya itu.. akan sangat diperlukan suatu sikap dalam mengahadapi semua kemungkinan itu. For I fear that perhaps I may come and found you not what I wish, and that you may find me not what you wish; that perhaps there may be quarreling, jealousy, anger, selfishness, slander, gossip, conceit, and disorder(nn)

    Do not worry !

    Selamat bertapa semuanya.
    posted by Anak Gunung Batu @ 11:39 PM   2 comments
    Tuesday, February 21, 2006
    Tips nge-bid di Ebay..
    Buat yang belum tahu, ebay.com.au, adalah salah satu alternatif belanja yang bisa dilakukan di internet. Proses belanja nya mirip proses lelang atau auction di dunia nyata. Proses lelang di internet ini sangat menguntungkan dari sisi waktu karena kita bisa melakukannya kapan saja kita mau, dan juga masalah lokasi tidak jadi masalah. Yang penting komputer terhubung melalui internet.

    Layanan ini sudah saya kenal sejak 1998, waktu saya masih di Indonesia, dan saat itu juga carding fraud masih belum ada atau tepatnya mungkin relatif banyak yang belum tahu. Carding fraud ini kejahatan lewat pembayaran kartu kredit yang tidak sah alias dilakukan bukan oleh si pemilik kartu kredit.

    Karena tidak punya kartu kredit, saya minta tolong temen untuk melakukan bid atau penawaran buat mendapatkan sebuah tas komputer targus, yang saat itu sangat mahal di Indonesia. Hasil dari bid terakhir, saya harus bayar sekitar 800 ribu rupiah sudah termasuk ongkos kirim. Harga sebesar itu termasuk murah karena harga tas aslinya sekitar dua kali harga lelang itu. Ketiadaan kartu kredit, tidak memungkin nge-bid dengan leluasa, masak sih harus nebeng teman terus..

    Setelah dua tahun di Australia saya baru berani nge-bid di ebay. Ternyata nge-bid juga ada seninya. Mulai dari survey harga, hingga waktu saat kita akan meletakkan bid kita. Tanpa mengerti harga, buat saya akan sulit untuk menetapkan budget yang harus dianggarkan. Setelah tahu harga, budget disiapkan, ternyata masih belum cukup untuk memenangkan suatu item. Ternyata saya juga harus serius untuk menjaga item itu hingga detik terakhir. Karena siapa tahu tawaran atau bid dari orang lain telah melebihi budget saya, sehingga harus pikir ulang untuk anggarannya.

    Bila anggaran ternyata masih melebihi dari bid yang sedang aktif, ada tips lain menganjurkan untuk tidak meletakkan anggaran kita pada saat waktu penawaran masih panjang. Memang proses lelang di ebay sedikit unik, yang tidak ada pada lelang biasa. Proses lelang yang biasa mengharuskan kita hadir di tempat dan ketika proses lelang di mulai, kita akan selalu dapat melihat tawaran terakhir dari lawan kita. Tapi di ebay, tawaran terakhir dari seseorang bidder tidak bisa kita lihat. Jadi misalnya harga yang aktif di Ebay adalah 100 dollar, kemudian misalnya si Fulan memasukkan 500 dollar. Ebay akan menampilkan si Fulan itu sebagai bidder tertinggi dengan jumlah yang ditampilkan 105 dollar. Kenaikan 5 dollar sudah di tentukan oleh pemilik barang. Selama bidder lain tidak memasukkan lebih dari 500 dollar, maka si Fulan tadi akan tetap sebagai bidder tertinggi, tapi tentunya nilai aktif yang di bid akan naik sesuai dengan tawaran tertinggi terakhir yang dimasukkan orang lain. Misalnya dimasukkan 330 dollar maka Ebay akan otomatis menentukan harga 335 dollar dengan Fulan tetap sebagai bidder tertinggi.

    Jadi tips lain, adalah jika sudah punya rancangan anggarannya, jangan terlalu cepat memasukkannya ke Ebay. Karena bisa saja harga anggaran kita keburu di outbid oleh bidder lain, tentunya jika waktunya masih banyak. Jadi biasanya saya masukkan kurang dari satu menit sebelum waktu bidding berakhir. Inipun beresiko karena mungkin saja yang kita masukkan akan terlambat di terima Ebay. Jadi mengetahui kecepatan koneksi internet kita pun juga menjadi faktor penting.

    Saya pernah nge-bid di komputer yang diperkirakan koneksi pemasukan bid nya memakan waktu sekitar 3 menit. Dengan perhitungan itu, saya masukkan bid 3 menit sebelumnya, dan tepat sekitar 10 detik sebelum bid berakhir, bid saya masuk, dan orang lain tidak punya waktu banyak untuk menaikkan bid hingga waktu bid berakhir.

    Ada trick lain lagi untuk memasukkan jumlah yang dianggarkan. Tapi trick ini tidak significant walau bisa menguntungkan juga. Misalnya kita sudah menganggarkan 200 dollar, maka bid yang dimasukkan bisa 200.35 dollar, atau mungkin 200.10 dollar. Kenapa perlu dilebihkan 35 cent atau berapapun itu asal lebih dari 200 dollar? Karena ada kemungkinan bidder lain akan memasukkan angka 200 dollar, dalam hal ini Ebay masih akan menganggap kita sebagai bidder tertinggi, karena selisih beberapa sen itu. Jadi ketika orang itu masih memikirkan angka berapa yang membuat bid nya menjadi tertinggi, waktu bidding di harapkan sudah terlanjur selesai.

    Tips terakhir inipun sebenarnya sudah banyak diketahui oleh orang yang senang nge-bid, jadi jika saya harus memilih antara memasukkan 200.35 dollar dengan 200.10 dollar, maka akan saya masukkan 200.35 dollar dengan anggapan jika bidder lain memasukkan 200.15 dollar saya masih tetap yang menang..

    Demikian beberapa tips buat nge-bid...
    Kalau ada tips lain, mohon di share juga, lewat comment atau email ke saya ya...
    posted by bayu @ 5:12 PM   1 comments
    Monday, October 10, 2005
    Multifaith Concert
    "I read you comment on Special Edition of Herald Newspaper about your choice of coming to Newcastle University several weeks ago and I saw your picture today in Herald", ungkap seorang staf NUSA kepada Musafir. Ternyata benar juga. Dalam edisi Senin (10/10/2005) tapak segar senyuman Bu Putu, Bu Vanny, Joan, dan Musafir. Senyuman pesona yang seakan menyuarakan pada warga Australia bahwa kami hadir di Town Hal untuk sebuah Multifaith Concert mewakili muslim religious community di Newcastle. PPIA masih ada bu Nasmilah seperti kehadirannya di hari-hari kemarin.
    posted by Musafir @ 6:58 PM   4 comments
    Multifaith Concert

    PPIA dalam acara Multifaith Concert di City Hall Necastle pada tanggal 6 October 2005 menampilkan tari Saman dari Propinsi Aceh yang terdiri dari 7 orang penari (Joanne, Putu, Inez, Vanny, Bambang, Agus, Ramli). Sekalipun tidak begitu sempurna namun, riuh tepukan penonton diakhir tari saman menggema di ruangan yang begitu elegan dan eksklusif. Hadirin terpesona dengan gerakan dan alunan suara para penari yang bernuansakan Indonesia khususnya Daerah Istimewa Aceh. Konser perdana ini di gelar oleh Newcastle City Council mewakili 15 ragam agama, budaya dan tradisi yang ada di Newcastle. (Ram,2005)
    posted by Ramli_Newcastle @ 6:07 PM   0 comments
    Tuesday, October 04, 2005
    Sang Warga Baru
    PPIA Newcastle menyambut gembira kedatangan warga baru yang muncul di gosford dari keluarga Calvin & Cicilia Sondak. Berikut foto sang warga yang baru berumur kurang dari 2 jam (buat fotografer, ini model paling muda yang pernah di ambil).

    Menuruti kebiasaan di Australia, bayi yang baru lahir diberikan 'name tag' lucu dengan gambar teddy bear seperti di bawah ini.
    Di situ tertera tanggal lahir 3 Oktober 2005, jam 17:14 (waktu Gosford tentunya), dengan berat 3.58 kg, dan tinggi 50 cm.

    Dan berikut foto bapaknya dan teman-teman baru si bayi yang kebetulan bisa hadir. Niat awal kunjungan teman-teman PPIANC ini ingin menengok ibu si bayi yang akan melahirkan, tapi berujung jadi ikut menyambut kedatangan warga baru ini di Rumah Sakit Gosford. Sayang pada kesempatan yang sempit itu ibu dari sang bayi yang belum bernama ini, tidak bisa ikut di foto karena masih dalam perawatan akibat operasi sebelumnya.

    posted by bayu @ 7:52 PM   1 comments
    Monday, September 12, 2005
    Pertanian Organik
    Berbagi pengalaman dengan seorang praktisi pertanian organik yang sudah makan garam tak lebih dari sebuah permata berharga Musafir selama belajar di Newcastle University. Bagaimana tidak, keterlibatan dalam kelompok ini benar-benar sebuah pengalaman nyata bagaimana mengelolah alam sekitar untuk sebuah apotek hidup yang alami dan sehat.

    Pengelolaan pupuk organik untuk peningkatan produktivitas padi dan sayur-sayuran sudah gencar juga di Pagal, Manggarai, Flores Barat. Melalui bimbingan P.Mike, OFM, para petani setempat makin gencar menggunakan pupuk organik untuk kesuburan padi. Alhasil, panenan pun meningkat drastis dua kali lipat dibandingkan dengan hasil panen dengan menggunakan pupuk TSP dan urea.

    Kalau rekan-rekan tinggal di flat tanpa persediaan sebidang tanah sekalipun, rekan-rekan masih bisa menikmati suburnya sayur organik yang Anda pelihara sendiri. Hanya butuh waktu 4 minggu kok. Mari, silahkan kontak Marion Allah (Marion.Allan@newcastle.edu.au) kalau pingin ke kebun organik setiap Jumat (9.30-11.30 am).
    posted by Musafir @ 9:13 PM   1 comments
    Saturday, September 10, 2005
    Mungkinkah bisa belajar dari kami?

    Belajarlah dari kami apa arti sebuah kepolosan yang diselimuti kesahajaan suka cita dan kebahagiaan dalam sanubari kami.

    Belajarlah dari kami apa arti hadiah yang disediakan Yang Maha Esa setiap hari melalui orang tua dan guru kami

    Belajarlah dari kami apa arti ketergantungan kami pada orang dewasa yang pandai dan bijak

    Belajarlah dari kami akan kesetiaan kami menerima setiap tawaran dunia yang baik
    posted by Musafir @ 10:41 PM   0 comments
    Dapatkan kesempatan ini!!!
    Ada issue bahwa mahasiwa internasional di Newcastle kadang kesulitan mendapatkan kerja part time. Banyak mahasiswa yang bekerja dengan majikan Asia seperti China dan Korea, yang rata-rata dibayar di bawah upah minimun.

    Hospitality Recruitment Agency menjawab masalah ini. Agen yang menamakan diri Equilibrium ini hanya merekrut mahasiswa internasional. Kalau Anda berminat, segera hubungi:

    Damian atau Sarah
    49074747 atau langsung ke
    0427354585
    posted by Musafir @ 10:34 PM   1 comments
    Tari Piring

    Heaton Park, Jesmond, penghujung Juli '05
    Ke OZ datang belajar nari ya? So what gitu lho!
    posted by Musafir @ 10:30 PM   1 comments
    Tari Perut dan Piring

    Australian Day 2005
    Memang beda: Penampilan para penari OZ dengan Indonesia

    posted by Musafir @ 10:21 PM   1 comments
    Wednesday, August 31, 2005
    Kisah Kemerdekaan-Cerminan Lomba (3)
    Perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-60 dilengkapi dengan perlombaan ketangkasan anak-anak dan orang tua. Salah satu perlombaan yang mengocok perut penonton yang hadir di Heaton Park (Rabu, 17/8/2005) yakni lomba kaum ibu menjunjung mangkok di kepala.

    Apa hubungan lomba ini dengan hari kemerdekaan? Kalau kita tengok ke era perjuangan, betapa banyak ibu yang dengan keringat menganak sungai masih mampu memikul kuk di kepala masing-masing. Para ibu yang terlibat dalam lomba ini seakan mengukir perjuangan kaum ibu periode itu. Tanpa mengurangi hormat terhadap pengorbanan kaum bapak merebut kemerdekaan, bangsa Indonesia peringati hari ibu setiap 22 Desember. Selamat ibu-ibu yang menang!
    posted by Musafir @ 9:51 PM   0 comments
    Kisah Kemerdekaan-Meretas Sanubari (2)

    Menjelang lengsernya Presiden Soeharto, Musafir pernah menggoreskan cerpen untuk koran lokal yang secara intrinsik memperkirakan kejatuhan Orde Baru. Cerpen sebagai salah satu karya sastra memang tidak dapat diteropong penguasa terutama ketika pembreidelan media massa sangat marak ketika itu.

    Melalui tokoh Rukmini, seorang wanita panutan yang menerima wasiat ayahnya, Musafir secara implisit mengetengahkan nilai-nilai Pancasila: Menghargai Pencipta karena terbukti ayah Rukmini tetap akan kembali ke pangkuan-Nya, bersikap adil terhadap sesama termasuk membagikan hak kepada setiap rakyat yang berhak mendapatkannya, menomorsatukan persatuan nasional kalau negara ini tidak mau menjadi negara federasi, menegakkan nilai-nilai demokrasi yang tersurat dalam perubahan desentralisasi.

    Konflik Musafir ialah apakah dengan tidak menolak ikon burung garuda disertakan dalam undangan peringatan hari ulang tahun ke-60 RI, semua mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Newcastle pada tahun 2005 menjunjung nilai-nilai Pancasila?
    posted by Musafir @ 9:28 PM   1 comments
    Kisah Kemerdekaan - KISS Primadona (1)

    Musafir teringat salah satu cerpennya yang dimuat media lokal berjudul Kiss Primadona. Judul ini mengisahkan goresan Primadona, seorang mahasiswi Indonesia yang tengah belajar di Jerman. Ia goreskan lembaran diary birunya dengan akronim Kiss (Keadilan Indonesia Sentuhan Sanubari Primadona). Bagi Prim, setiap orang yang komit akan keadilan mesti mampu berkata ya, kendati semua orang berkata tidak. Ia juga harus berani berkata tidak walau insan sejagat berseru ya. Konsep keadilan dalam sanubari Prim relatif sederhana yakni memberikan sesuatu kepada yang layak mendapatkannya.

    Sesuai setting cerpen yang ditulis menjelang pemilihan Presiden di ambang kehancuran ekonomi Indonesia tahun 1997, bagi Prim, adilah kalau Presiden diberikan kepada Gus Dur, misalnya, seorang tokoh nasional, moderat, dan demokratis. Nilai-nilai ini masih lekang sepanjang jaman dari era kemerdekaan sampai selamanya. Persoalannya, masih adakah insan yang berani pertahankan semua kekayaan kebangsaan ini? Apakah banyak juga yang mencemaskan praktek keadilan di Indonesia seperti konflik bathin Prim?
    posted by Musafir @ 8:56 PM   2 comments
    Sunday, August 21, 2005
    Cerita dari Rumah Jompo-5
    Si nenek ini lumayan cantik. Sampai usia lanjutnya, ia selalu bersolek. Bahkan sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesuah tidur, sebelum dan sesudah mandi, ia selalu berdiri di depan cermin besar yang terletak di samping pembaringannya sembari tersenyum dan bersolek.

    "You are very beautiful, Susan!", ungkapku sebelum memberikan makan siangnya.
    "Thank you!", ungkapnya dengan girang.
    posted by Musafir @ 11:12 PM   3 comments
    Cerita dari Rumah Jompo-4
    Ada seorang nenek dikunjungi salah satu anggota keluarganya. Si tamu ini mesti duduk semeja dengannya. Konsekwensinya, seorang nenek lain perlu dipindahkan ke meja lain.

    Apa yang terjadi? Nenek yang dipindahkan ke meja lain ini tidak mau makan dan marah terus karena kursinya diduduki si tamu.

    "Would you mind sitting here for a while?" kata seorang waiter. Nenek itu menjawab sembari menangis, "Why do you give her my chair? That's mine".

    Nenek. Nenek. Hanya kursi kok nggak mau diberikan sama orang untuk beberapa saat saja.
    posted by Musafir @ 11:01 PM   0 comments
    Cerita dari Rumah Jompo-3
    Seorang Kakek lain sangat gemar jalan-jalan ketika melewati usia mudanya.

    Ketika menikmati usia senjanya di sebuah rumah jompo, ia pun tak sanggup menghilangkan hobinya ini. Setiap hari, ia membuat para perawat kesal karena tingkahnya ini apalagi ia suka mengganggu para nenek lainnya. Musafir pun harus menekan alarm karena tiba-tiba saja ia berdiri di hadapan para nenek di dining room, membuka celana, dan pipis.
    posted by Musafir @ 10:57 PM   1 comments
    Cerita dari Rumah Jompo-2
    Kaum Hawa menjadi "musuh" Mike (nama samaran). Ketika ia menjadi pemimpin sebuah asrama putera, ia melarang warga asrama untuk bertemu dengan seorang gadis apalagi kalau gadis itu cantik dan dibelai anak asrama. Ia sungguh melawan rasa manusiawi anak-anak asrama dengan melarang mereka bertemu.

    Apa yang terjadi ketika Mike hidup di rumah lansia? Setiap malam ia ingin menatap wanita telanjang. Pada awalnya, para perawat khawatir untuk memenuhi harapan si kakek. Namun, mereka tidak kehilangan akal. Ketika si kakek Mike meminta perawat untuk menunjukkan gadis bugil, para perawat dengan antusias menjawab, "Yes, Mike. But you need to have dinner first in order that you will be stronger and stronger". Permintaan itu dipatuhi si kakek sehingga ia makan hingga kenyang sampai akhirnya ngantuk dan langsung tidur.
    posted by Musafir @ 10:49 PM   0 comments
    Cerita dari Rumah Jompo - 1
    Setiap insan bisa saja menghindari tipuan para penipu yang tertipu tipuan. Namun, satu masa yang mustahil dihindari yakni masa anak-anak, remaja, dan bahkan masa usia lanjut. Usia kanak-kanak sebenarnya merupakan duta kebahagiaan yang dipolesi kepolosan dan sahaja kejujuran.

    Usia remaja kadang penuh dengan romantika dan imajinasi masa depan cemerlang yang dihiasi kerja keras. Masa ini juga dihiasi ketololan jatuh cinta monyet yang mengabaikan waktu dan tugas pokoknya sebagai pelajar. Merasakan emosi jatuh cinta pertama dan putus cinta bisa dikatakan sebagai irama masa remaja.

    Pada usia tua dan lansia? Cinta mungkin dapat diisi dengan madu kehidupan pelayanan kepada sesama, bukan sekedar untuk menuntut Tuhan agar jiwanya masuk surga melainkan hikmat segala karya kehidupan yang telah dipercayakan Sang Ilahi kepada pundaknya yang dulu legam kini tampak mulai peot. Simaklah serba-serbi dari pelayanan Musafir di salah satu rumah jompo di Australia.
    posted by Musafir @ 10:37 PM   0 comments
    Thursday, August 11, 2005
    Indonesia Tanah Pusaka
    "Indonesia tanah air beta
    Pusaka abadi nan jaya
    Indonesia sejak dulu kala
    Tetap dipuja puja bangsa

    Di sana tempat lahir beta
    Dibuai dibesarkan bunda
    Tempat berlindung di hari tua
    Tempat akhir menutup mata"

    Sudah lama aku tidak dengar lagu itu, ketika mendadak teman kerja satu ruangan yang dari negara Cina menggumamkan irama lagu itu. Jangan-jangan aku salah dengar, kemudian aku minta dia untuk menyanyikan lebih lengkap, dan bernyanyilah dia. Persis iramanya, tapi tentunya dalam bahasa Cina.

    Aku sering menyanyikan lagu itu dulu waktu masih SD dan SMP. Sering dinyanyikan entah di upacara bendera ataupun di dalam kelas. Waktu itu menyanyikan lagu tersebut rasanya biasa-biasa saja. Tapi sekarang terasa agak beda. Liriknya terasa menyentuh. Menyentuh rasa sekaliguskan memilukan hati. Apakah Indonesia saat ini masih tetap di puja-puja bangsa?
    Kalau melihat kekayaan alamnya sih, siapa yang tidak ngiler. Tapi jika melihat sebagian anak bangsa yang masih berkelahi dengan sesamanya, saudara sendiri, satu daerah, belum lagi persoalan budaya Korupsi, Kolusi, dll dll, wah siapa yang tidak malu.

    Di bait terakhir dari lagu itu membuat aku teringat kalau saat ini masih terdampar di negeri orang. Walaupun semua hal lebih modern di negeri ini, tapi terasa panggilan tanah air masih lebih kuat. Rasanya tepat sekali ungkapan di kalimat terakhir lagu itu.

    Kembali ke masalah gumaman lagu temanku itu, ternyata lagu tersebut di Cina di perdengarkan sebagai lagu romantis yang sempat populer sekitar tahun 2000. Nah lho.. ternyata ada juga yang mengadopsi lagu nasional kita. Tapi berarti memang dahsyat gubahan lagu Ismail Marzuki ini.
    posted by bayu @ 7:23 PM   3 comments
    BERBISIK & BISIKAN

    ....melambai-lambai nyiur di pantai, berbisik-bisik Raja Klana. Memuja Pulau nan indah permai, tanah airku I N D O N E S I A.

    Potongan syair itu mengingatkanku saat menjadi murid SD di sebuah desa di kecamatan di belahan barat Indonesia. Waktu mengatakan berbisik-bisik, guru kesenianku mengatakan supaya aku menyanyikannya dengan berbisik dan itu menjadi nilai plus untukku walau aku benci melakukannya. Itu terjadi 20-an tahun yang lalu.

    Berbisik-bisik. Kali ini kata itu muncul lagi di keseharianku. Aku melihatnya berbisik-bisik mengatakan yang tidak benar tentang engkau. Aku mendengarnya berbisik merencanakan sesuatu.

    Kenapa harus berbisik-bisik ? Katakanlah dengan jujur, sebab dengan berbisik-bisik engkau sedang mengelabui dirimu, menutupi kebodohanmu.

    Dalam bisikan ada tipuan, ada kebohongan. Dalam berjalan, bergerak, bercerita apalagi berkata-kata engkau sangat berbeda m a k a berbisik tidak cocok untukmu karena engkau bukanlah Raja Klana, hahahaha..
    posted by Anak Gunung Batu @ 1:37 AM   2 comments
    Kepekaan Jender (1)
    oleh: RindangiAku

    Kepekaan jender (gender sensitive) adalah jargon baru yang tidak semua orang berupaya untuk mengerti dan sikap peka jender memiliki sejarahnya sendiri. Tergantung pada perkembangan negara dan budaya masing-masing orang.

    Pada waktu memasuki usia sekolah dasar, anak-anak mulai mengerti peran sosial yang diberikan oleh jenis kelaminnya. Anak perempuan yang sejak kecil dilatih bermain boneka akan bermain ala perempuan besar yaitu main masak-masakan, ibu guru-ibu guruan dan anak laki-laki akan juga bermain bola dan kegiatan olah raga yang menguras tenaga dan suara.

    Di Australia, kepekaan jender anak sangat tinggi, begitu memasuki kelas 1 sekolah dasar, sekilas aku amati anak perempuan akan berkelompok dengan anak perempuan lainnya dan anak laki-laki akan bermain dilapangan atau bergerombol dengan sesama jenisnya. Peraturan yang menyangkut kepekaan jender dipatuhi sehingga tidak ada anak laki-laki yang berani memasuki toilet anak perempuan atau sebaliknya. Kepekaan jender yang sangat tinggi ini sedang aku dipertanyakan.

    Ingatanku menerawang pada tahun 70, masa memasuki sekolah dasar dan saat itu anak laki-laki dan perempuan sering bermain bersama. Permainan anak perempuan selalu tersedia seperti bola bekel, bermain congklak atau melompat dengan jalinan karet, tetapi bukan berarti anak laki-laki tidak boleh ikut permainan itu. Kadang permainan silang anak laki-laki dan anak perempuan biasa terjadi, 1 anak perempuan melawan 1 anak laki-laki atau 2 melawan 1 atau 2 lawan 2 atau segerombolan anak bermain petak umpet tanpa pembeda yang satu mengenakan rok dan yang lain bercelana. Tidak ada yang aneh pada zaman itu.

    Bukan pula suatu keanehan pada hari krida, biasanya hari sabtu, setiap anak disekolah dasar di Indonesia ikut membersihkan arena sekolah. Bagian yang paling sulit dibersihkan adalah kamar kecil alias toilet, anak laki-laki akan menolak membersihkannya sementara merekalah yang secara praktis menyebabkan bau akibat kurangnya siraman air dalam situasi toilet yang seharusnya digunakan dengan berjongkok. Kembali aku ingat, pada masa itu dan situasi semacam ini perlu dipertanyakan kembali dimanakah sumber ketidakpekaan jender anak bangsa yang pernah mengagung-agungkan Pancasila ini.

    Aku belum bisa menjawab pertanyaanku sendiri.
    posted by PPIA Newcastle @ 1:21 AM   1 comments
    Seorang pengusaha yang menghabiskan akhir pekannya
    oleh: RindangiAku


    Seorang pengusaha yang menghabiskan akhir pekannya dengan memancing pakai perahu di sebuah danau, menemukan sebuah botol yang terapung dan tertutup rapi yang segera dihampiri dan diambil oleh sang pengusaha.

    Penasaran..., si pengusaha membuka tutup botol, lalu tiba-tiba dari dalam botol keluar asap yang selanjutnya menebal dan mejadi Jin raksasa yang mengambang di depan si pengusaha.

    "Terimakasih tuan, tuan telah membebaskan saya, untuk ini tuan silahkan meminta tiga permintaan, saya akan mengabulkannya" kata Jin, seperti format biasa tanda terimakasih Jin yang dibebaskan oleh manusia.

    Setelah kagetnya reda, si pengusaha itu terdiam sejenak lalu dia berkata, "Baiklah Jin saya ingin tahun ini tiga kejadian besar terjadi di negeri saya Indonesia ini, pertama saya ingin nilai tukar rupiah di negeri saya ini kembali menjadi Rp. 2500 per 1 dollar US nya, kedua saya mau semua uang hasil korupsi baik oleh swasta ataupun pejabat pemerintah dikembalikan kepada rakyat dan semua pelakunya dipenjarakan, ketiga saya ingin hukum benar-benar bisa ditegakkan di negeri saya ini."

    Sang Jin berpikir sejenak kemudian, menggeleng-gelengkan kepala, pelan-pelan jasadnya kembali menjadi asap lalu berkumpul masuk kedalam botol itu kembali. Dari dalam botol si Jin berseru, "Tuan, tolong botolnya ditutup kembali!!."
    posted by PPIA Newcastle @ 1:15 AM   0 comments
    Wednesday, August 10, 2005
    Pertama dalam 50 tahun terakhir
    Kini, setiap insan yang ingin rasakan dinginnya salju di Negara Kangguru tak terlalu berlebihan kalau bersorak ria. Lebih dari itu, teman-teman yang belajar di NSW dan Victoria tak perlu pusing-pusing cari travel hanya untuk melihat salju di Snowy Mountain, negara bagian ACT.

    Seperti disinyalir banyak media Australia hari ini (Kamis, 11/8/2005), Blue Mountain dan Victoria sudah dibanjiri salju. Inilah salju perdana dalam kurun waktu 50 tahun belakangan ini. Ini berarti Blue Mountain tengah menjadi tujuan ski ribuan warga Australia selama bulan Agustus. Kalau Anda beranjak pulang ke Pangkuan Pertiwi sebelum Agustus, Snowy Mountain masih setia menanti kehadiran Anda karena bulan Juli merupakan puncak salju di sana. Pada awal Agustus ini, tour group dari Sydney hanya menikmati cairnya salju di beberapa tempat tertentu di Snowy Mountain.

    Musafir ingin ingatkan Anda bahwa kalau Anda/sopir Anda baru pertama kali ke Blue Mountain, tolong kurangi kecepatan mobil/bus. Ini hanya untuk menghindari korban berikutnya karena luncuran salju perdana ini sampai mengantar dua pemuda Victoria ke alam baka.Mobil yang mereka tumpangi malam tadi tergelincir karena gumpalan es di jalan raya.
    posted by Musafir @ 4:44 PM   1 comments
    Tuesday, August 09, 2005
    Main Kucing-Kucingan
    oleh: Tulip05

    Belajar memang berat, tetapi secara fisik tidak cukup berat untuk membakar kalori yang menumpuk. Yang namanya mahasiswa, kalau lagi stress, makan merupakan salah satu pelarian. Akibatnya walau kerja keras dengan thesis, toh berat badan melesat dengan bombastis. Untuk menyeimbangkan kerja ‘mental’ dengan fisik, banyak mahasiswa mengambil pekerjaan mengantar pamflet. Mungkin lebih dari 50% mahasiswa Indonesia yang belajar di Newcastle Uni nyambi pekerjaan ini untuk alasan tersebut selain untuk nambah uang saku tentunya. Salah satu diantaranya adalah saya.

    Sore itu, seperti biasa saya menuju area tempat ‘jalan-jalan saya’. Setelah memarkir mobil, saya mengeluarkan tas ransel saya yang berisi berbagai macam katalog. Di sore hari seperti itu biasanya ada beberapa anak-anak yang bermain sepeda di depan rumah mereka, dan mereka selalu menyapa dengan riang. Beberapa anak perempuan bahkan membantu saya memasukkan katalog di kotak surat tetangganya. Orang dewasa pemilik rumah yang melihat saya memasukkan katalog di mailboxnya selalu berteriak ramah ‘Thankyou’ Ada seorang bapak yang selalu menunggu saya untuk memberi satu kaleng minuman ringan. Ada seorang ibu tua yang sengaja menghentikan saya hanya untuk mengatakan” I like your hair’. Ada juga seorang nenek yang selalu menunggu saya untuk menceritakan perkembangan kesehatan suaminya yang sedang sakit.

    Bukan hanya itu. Ada hal lain lagi yang membuat saya selalu menunggu jadwal saya mengantar katalog. Yang paling saya nikmati adalah bermain kucing-kucingan dengan seekor anjing. Kok bisa?

    Ada sebuah kotak surat yang selalu ditunggui oleh seekor anjing yang besar dan berbulu tebal. Tidak seperti anjing-anjing lain yang biasanya ramah (seperti pemiliknya) anjing ini agak gila hormat. Begitu mengetahui kedatangan saya, dia akan melompat-lompat sambil menggonggong dengan ributnya. Begitu besarnya dia, sekali lompat saja sebenarnya dia bisa keluar pagar. Tapi itu tidak pernah dilakukannya. Dia hanya berusaha mengancam saya agar tidak memasukkan katalog di mailbox yang dijaganya. Dia hanya ingin menunjukkan bahwa dia punya power. Awalnya saya ketakutan dan saya melampaui rumah itu. Tapi kemudian saya mencoba menaklukkannya dengan menyapanya, memujinya dan bicara ramah padanya. Ternyata dia takluk dan membiarkan saya menjalankan pekerjaan saya. Tetapi kemudian saya tertantang untuk mencoba memasukkan katalog tanpa harus menyanjungnya. Kebetulan sore itu dia sedang tidak kelihatan. Cepat-cepat saya masukkan katalog. Belum masuk sepenuhnya tiba-tiba dia datang dengan marahnya. Dia melompat dan mengambil katalog itu dengan mulutnya dan membanting-bantingkan ke tanah berulang-ulang. Dia benar-benar murka. Saya berlalu dengan perasaan puas karena bisa mengalahkannya.

    Hari-hari berikutnya, saya selalu tertantang untuk bisa memasukkan katalog di mailbox itu tanpa sepengetahuan si anjing besar. Kalau saya melihat dari kejauhan dia ada didekat mailboxnya, saya akan beralih ke area lain dulu. Saya berusaha untuk mencari kesempatan untuk bisa mengalahkannya. Saya sangat menikmati permainan kucing-kucingan dengan seekor anjing.

    Di negara maju seperti Australia, memang terlalu sedikit kesempatan bermain kucing-kucingan. Malah bisa dikatakan tidak ada. Semua peraturan jelas, dan setiap don’t (larangan) pasti ada do (kondisi boleh)nya. Misalnya “ Don’t be a tosser” (dilarang buang sampah sembarangan), dan dimana-mana ada tong sampah dua macam (satu untuk sampah biasa dan satu lagi untuk sampah yang bisa di daur ulang). Ada juga
    larangan merokok di suatu tempat umum, tapi ada ruangan khusus tidak jauh dari sana dimana perokok bisa menikmati rokoknya. Ini adalah contoh peraturan yang bijaksana.

    Dinegara kita tercinta ada banyak larangan, tapi tidak ada tempat ‘bolehnya’. Ada banyak tulisan “Dilarang membuang sampah sembarangan” , tetapi tidak ada tong sampahnya. Terpaksa kita bermain kucing-kucingan. Yang penting tidak dilihat aparat, buang sampah sembarangan tidak masalah. Juga tanda “Dilarang berjualan disini” padahal tempat itu strategis bagi para PKL. Maka para PKL tersebut belajar menjadi pemain kucing-kucingan yang ulung dengan TIBUM. Ada terlalu banyak contoh yang sebenarnya mendidik bangsa kita untuk pintar main kucing-kucingan. Dan saya cukup puas dengan kebiasaan main kucing-kucingan hanya dengan seekor anjing.
    posted by PPIA Newcastle @ 10:32 PM   1 comments
    'Nyambi' di Newcastle
    Belum pernah saya baca hasil penelitian yang menyingkapkan berapa jam seorang mahasiswa Indonesia yang mengenyam ilmu di Australia meluangkan waktunya untuk kerja part time. Namun, ada suatu kepastian bahwa mahasiswa Indonesia di Newcastle, seperti mahasiswa lainnya di kota-kota lain di Australia, memiliki part time job. Jelas kenyataan ini menepis issue bahwa jika Anda ke Newcastle University, kemungkinan kecil Anda dapat kerja.

    posted by Musafir @ 2:35 AM   4 comments
    Akomodasi di Newcastle
    Memilih Universitas merupakan salah satu keputusan urgen yang biasa Anda ambil sebelum mendarat di Australia. Dalam menentukan pilihan ini, Anda tentu pertimbangkan beberapa hal, misalnya, biaya hidup termasuk biaya akomodasi. Jika Anda ingin mendapatkan unit/flat/rumah berkisar antara AU$110-150/week untuk 2-4 kamar, pilihlah Newcastle. Tentu Anda juga bisa memilih Sydney kalau sanggup membayar 250-an untuk sebuah rumah kos berkamar 2. Kalau Anda berstatus single, Anda pasti lebih mudah mendapatkan kos dengan harga $65-70/week atau $75/week termasuk listrik dan air. Semua akomodasi itu Anda bisa tempuh sekitar 5-20 menit ke kampus dengan menggunakan kaki Anda.
    posted by Musafir @ 2:29 AM   4 comments
    Suka 'ngumpul'
    Mahasiswa Indonesia yang belajar di Newcastle sudah dikenal kalangan mahasiswa internasional lainnya sebagai kelompok mahasiswa yang kompak dan kreatif. Mendengar ungkapan dari banyak staf dan beberapa mahasiswa senior Vietnam, Thailand, Malaysia, dan PNG itu, saya langsung tambahkan bahwa Indonesia memang negara kesatuan. Orang Indonesia hidup dalam unity in diversity of culture, languages, religions, and even anthropoligal phisics. Tak hanya mendengar komentar internal, komentar eksternal dari beberapa mahasiswa Indonesia di Sydney pun bernada sama. Mahasiswa Indo di Newcastle, kata seorang WNA asal Malang yang menetap di Sydney, suka ngumpul. Langsung juga saya ujarkan bahwa di Newcastle ada kelompok arisan dan sering adakan welcome and farewell bbq.
    posted by Musafir @ 2:10 AM   1 comments
    Tuesday, August 02, 2005
    DIRGA
    Panggil aku Dirga, sebab aku lahir 40 tahun yang lalu saat Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang ke 25. Aku banggga menjadi diriku, calon Doktor Education lulusan Luar Negeri. Bapakku mengatakan kalau tadinya aku terlahir sebagai perempuan maka aku akan dipanggil Ayu sebab nama asliku adalah Dirgahayu. Adakah yang lucu dalam namaku?

    Sebut saja Dirga, pasti semua student dan community Indonesia di Newcastle kenal aku, sebab aku sudah lumayan lama berada di newcastle sebagai student dan kata orang aku sangat ringan tangan untuk membantu setiap orang yang memerlukan pertolongan kecuali bantuan uang. Adakah yang sepertiku ?

    Dirga, aku selalu menepuk dada kalau rencanaku berhasil. Aku merasa paling cocok jadi pemimpin walau sebenarnya bahasa Indonesiaku berlepotan dan bahasa Inggrisku juga pas-pasan. Berbohong kecil-kecilan sudah jadi kebiasaanku, tujuanku hanya supaya orang lain iri melihat kesuksesanku walau sebenarnya aku sangat menderita. Apakah yang harus kulakukan ?

    Bukan Dirga namanya kalau tidak selalu membanggakan anak-anaknya. Bertengkar dengan anak kandungku sudah jadi kebiasaanku, demi kebaikan mereka kataku pada istriku, yang penting mereka menjadi anak yang serba bisa melebihi semua anak-anak Indonesia. Tapi kenapa anak-anakku tidak senang padaku?

    Tidak berapa lama lagi HUT Kemerdekaan Indonesia,kali ini yang ke 65, apakah yang akan kulakukan. Banyak orang tidak perduli, sibuk dengan kuliah dan keluarga, tapi Dirga harus maju memikirkan ide, membuat perayaan semeriah mungkin, dan menyampaikannya pada ketua PPIA, untuk Indonesiaku, untuk ulang tahun DIRGA....H...AYU Indonesia
    posted by Anak Gunung Batu @ 2:38 PM   1 comments
    Sunday, July 31, 2005
    Bukan hanya senyum dengan bibir
    Bu Milah, bagi seorang kecil ini, ialah sosok seorang nasionalis moderat. Bagaimana tidak, senyumannya ditaburkan kepada semua orang tanpa pandang siapa dari mana. Ia tidak hanya sekedar senyum dengan bibirnya yang selalu dipolesi dengan warna-warna delima, tapi sungguh sebuah senyum tulus dari sanubarinya. Ketulusannya tampak jelas dalam setiap sepak terjangnya di PPIA Newcastle.

    Tak heran jika farewell-nya dirayakan secara khusus. King Edward Park, Newcastle seakan menjadi saksi abadi siang itu ketika rekan-rekan mahasiswa dan komunitas PPIA rayakan farewell baginya. Tampak bersamanya mesra, diantaranya Bu Vanny, ketua PPIA 2005, Bu Putu, mantan sekretaris Bu Milah, Bu Eny, salah satu penerus estafet tari Newcastle dan berbagai jajaran PPIA lainnya turut bersukaria bersama si empuh PPIA Newcastle ini.
    Kiranya, seperti King Edward, putera sulung Ratu Victoria, yang gigih perjuangkan evolusi pertumbuhan Inggris ini turut menjadi inspirasi buat PPIA.

    Warm regards
    posted by Musafir @ 10:17 PM   1 comments
    Tuesday, July 26, 2005
    Kota 'besar' Newcastle
    "...abis kalo kelamaan di newcastle apalagi aku yang tinggal di jesmond bisa jadi kayak si kabayan ke kota."

    :) tapi memang di bandingkan dengan Sydney maka Newcastle benar-benar kota kecil. Tapi tahukah anda kalau kota Newcastle sebenarnya adalah termasuk kota besar jika dilihat dari populasi penduduk Australia. Kota ini menempati urutan ke delapan setelah Sydney, Melbourne, Brisbane, Perth, Adelaide, GoldCoast dan Canberra yang memang adalah 'capital cities' nya, kecuali GoldCoast.

    Saya sebut saja kota 'besar' karena memang masih ada lebih 100 kota lain yang populasinya jauh di bawah Newcastle. Banyak 'kota' hanya seukuran suburb 'Jesmond + Wallsend' sehingga dalam waktu singkat bisa jalan kaki dari suatu pinggir kota ke pinggir lain dalam arah berbeda.

    Gosford dan Wollongong menyusul di bawah Newcastle. Bahkan kota yang lebih 'terkenal' dari Newcastle seperti Hobart dan Darwin berada di bawah Newcastle.

    Populasi di Newcastle sekitar 270 ribu, sedangkan Sydney kira-kira 3.2 juta. Banyak kota kecil lainnya yang 'hanya' memiliki penduduk 10 ribu - 30 ribu orang. Ilustrasi di bawah menunjukkan kalau masih banyak kota-kota kecil lain. Perhatikan juga bnadingan ukuran lingkaran antara Sydney dengan Newcastle.

    Total penduduk Australia saat ini diprediksi sudah melebih 20 juta (sumber http://www.abs.gov.au/). Dengan statistik kelahiran setiap 2 menit 4 detik, dan kematian setiap 3 menit, 53 detik.

    Kembali ke persoalan Kabayan, jadi Newcastle itu desa apa kota ? hehehe..

    posted by bayu @ 4:16 PM   0 comments
    Monday, July 25, 2005
    Komodo & Bondabah Islands
    Pulau Komodo tempat berkanjangnya buaya-buaya darat berukuran panjang lebih dari 4 meter tampak seperti pulau Bondabah dan Tomaree di Australia. Kapan rekan-rekan PPIA Newcastle pergi ke Flores? Di sana ada pulau Komodo dan Kanawah untuk snorkeling, ada danau Kelimutu dan Wawomuda untuk melihat 3-5 macam danau berwarna biru, hitam, merah, kuning, dan hijau, dan ada banyak hot spring di daerah asal Pa Moritz. Ada juga berbagai festival seperti permainan caci yang diselenggarakan waktu wedding selama dua hari, Hari 17 Agustus, dan pentabhisan seorang Imam Katolik. Permainan ini dilakukan kelompok pemain caci dari keluarga pengantin perempuan dan keluarga pengantin laki-laki. Secara bergiliran, seorang pemain (laki-laki) mencambuki lawannya dengan menggunakan larik (kulit kerbau yang dikeringkan berukuran sekitar 1 meter) dan si lawan menangkisnya dengan menggunakan nggiling (kulit kambing yang dikeringkan dan dipakai sebagai tameng). Permainan ini berbahaya karena bisa menyebabkan pemainnya meninggal dunia terutama ketika larik menyentuh daerah wajah/kepala. Tapi, para pemainnya jago-jago sehingga permainan ini benar-benar menjadi sarana penyatu.
    posted by Musafir @ 7:29 PM   3 comments
    Previous Post
    Misc





    CURRENT MOON
    lunar phases


    Template by

    Free Blogger Templates

    BLOGGER